Dasar Teori Pembangunan

Teori pembangunan dikemukan oleh beberapa ahli salah satunya adalah Rostow. Namun sebelum kita mengulas filosofi pembangunan. Pembangunan erat kaitannya dengan pengembangan. Bahkan banyak orang menganggap bahwa pembangunan sama dengan pengembangan. Namun kedua istilah tersebut tentu memiliki perbedaan makna.

Secara filosofi suatu proses pembangunan diartikan sebagai upaya yang sistematik dan berkesinambungan untuk menciptakan keadaan yang dapat menyediakan berbagai alternatif yang sah bagai pencapaian aspirasi warga yang paling humanistik. Secara sederhana, proses pembangunan merupakan proses memanusiakan manusia. Pengertian pembangunan dalam artian ini tidak dilakukan dengan membangun infrastruktur atau fasilitas fisik yang seringkali menjadi pandangan banyak orang mengenai pembangunan tersebut.

Pengertian pembangunan menurut UNDP (United Nation Development Programme) menyebutkan pembangunan dikhususkan kepada pembangunan manusia sebagai suatu proses untuk meperluas pilihan - pilihan bagi penduduk, dimana penduduk dijadikan sebagai tujuan akhir dan bukan alat atau instrumen pembangunan itu sendiri. Lebih lanjut pengertian pembangunan itu diartikan sebagai suatu proses perbaikan yang berkesinambungan atas suatu masyarakat atau suatu sistem sosial secara keseluruhan menuju kehidupan yang lebih baik atau manusiawi.

Dasar Teori Pembangunan


Menurut Todaro (2000), pembangunan harus memenuhi 3 (tiga) komponen dasar yaitu kecukupan memenuhi kebutuhan pokok, meningkatkan rasa harga diri serta kebebasan untuk memilih. Menurut Todaro, pembangunan harus dipandang sebagai proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap - sikap masyarakat dan institusi - institusi nasional selain mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan.

Teori Pembangunan Menurut Rostow

Sebagian pakar pembangunan ekonomi menganggap bahwa terjadinya pertumbuhan ekonomi adalah hakekat dari pembangunan itu sendiri. Kemudian Rostow mencetuskan suatu model tahapan pertumbuhan ekonomi sebagai berikut :
  1. Masyarakat tradisional
  2. Prasyarat lepas landas
  3. Lepas landas
  4. Gerakan ke arah kedewasaan
  5. Masa konsumsi tinggi

Masyarakat Tradisional

Ciri - ciri masyarakat tradisional adalah :
  1. Sistem produksi yang primitif, tingkat produksi per kapita sangat terbatas, sumberdaya masyarakat diarahkan untuk sektor pertanian.
  2. Kehidupan masyarakat masih berdasarkan nilai - nilai dan pemikiran yang bukan rasional atau adat turun temurun.
  3. Stuktur sosial sangat hierarkis yang kurang memungkinkan terjadinya mobilisasi vertikal.
  4. Pusat kekuatan politik berada pada tangan tuan - tuan tanah di pedesaan sehingga kebijakan dari pemerintah pusat dipengaruhi pandangan tuan tanah tersebut.

Masyarakat Prasyarat Lepas Landas

Tahapan ini adalah keadaan dimana masyarakat mempersiapkan dirinya atau dipersiapkan dari luar untuk mencapai pertumbuhan yang mempunyai kekuatan untuk terus berkembang. Dengan terlaluinya tahap ini maka pertumbuhan ekonomi akan terjadi secara otomatis. Adapun ciri - ciri dari tahapan ini adalah :
  1. Terciptanya kerangka landasan stuktur sosial, politik dan ekonomi yang mantap menunjang lepas landas.Sektor pertanian memegang peranan penting hingga tercapainya swasembada dan mendorong backward dan forward multiplier.
  2. Pengembangan prasarana umum oleh pemerintah.
  3. Terciptanya elite kepemimpinan baru yang lebih reaktif terhadap tekanan atau kritik dari luar.

Masyarakat Lepas Landas

Pada tahap ini masyarakat mengalami perubahan signifikan seperti revolusi politik, terciptanya inovasi baru, peningkatan penanaman modal dan pertumbuhan pendapatan wilayah melebihi pertumbuhan penduduk. Ciri - ciri masyarakat lepas landas antara lain :
  1. Pertumbuhan investasi produktif lebih dari 10% dari produk nasional netto.
  2. Terdapat beberapa industri dengan tingkat perkembangan yang tinggi.
  3. Adanya kerangka dasar politik, sosial dan institusional mendorong perluasan sektor modern dan potensi ekonomi eksternal.
  4. Berkembangnya golongan pengusaha.

Masyarakat Gerakan ke Arah Kedewasaan

Ciri - ciri dari gerakan ke arah kedewasaan antara lain :
  1. Terjadimua transformasi struktural yang nyata sehingga peranan sektor industri jauh lebih tinggi dari sektor pertanian.
  2. Sifat kepemimpinan dalam perusahaan semakin ditentukan oleh manager profesional yang menggantikan pengusaha pemilik.
  3. Masyarakat secara keseluruhan telah bosan dengan keajaiban industrialisasi dan telah timbul kritik terhadapnya.

Masyarakat Masa Konsumsi Tinggi

Dalam masa ini masyarakat berkompetisi untuk mendapatkan sumberdaya untuk :
  1. Memperbesar kekuasaan dan pengaruhnya ke luar wilayah dan berakhir dengan penaklukan atas wilayah lain.
  2. Menciptakan welfare state yang lebih merata.
  3. Mempertinggi tingkat konsumsi masyarakat di atas konsumsi pokok. 

Kelima tahapan tersebut digolongkan berdasarkan ciri - ciri perubahan keadaan ekonomi, politik, dan sosial karena menurut Rostow pembangunan tersebut diawali oleh transformasi struktural masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Perubahan - perubahan yang terjadi di berbagai sektor menyangkut hal - hal berikut antara lain :
  1. Perubahan orientasi organisasi ekonomi, politik dan sosial menjadi mengarah ke luar wilayah dari yang sebelumnya mengarah ke dalam.
  2. Perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga yaitu pembatasan jumlah anak.
  3. Perubahan penanaman modal dari yang kurang produktif menjadi penanaman modal yang lebih produktif.
  4. Perubahan pengakuan status sosial dari feodalistik menjadi profesionalistik.
  5. Perubahan pandangan masyarakat yang kompromistik terhadap lingkungan alam menjadi lebih memanipulasikan lingkungan untuk menciptakan kemajuan.

0 Response to "Dasar Teori Pembangunan"

Post a Comment

Berikan komentar disini...