Metode Analisis Sarana Wilayah Dalam Perencanaan Pembangunan

Dalam perencanaan pembangunan wilayah diperlukan berbagai macam metode analisis agar output rencana menjadi produk perencanaan pembangunan yang tepat. Salah satu yang diperlukan adalah analisis sarana prasarana. Kali ini yang akan dikupas adalah metode analisis sarana wilayah dalam perencanaan pembangunan wilayah memiliki yang terdiri atas :

Analisis Sarana Pendidikan

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tidak terlepas dari tersedianya sarana pendidikan yang memadai di samping juga harus didukung oleh tenaga pendidik yang memegang peranan utama untuk terselenggaranya proses belajar mengajar. Oleh karenanya ketersediaan fasilitas pelayanan untuk pendidikan harus selalu disesuaikan dengan kebutuhan penduduk yang mana dari waktu ke waktu selalu berkembang, dengan demikian penduduk dapat terlayani dan fasilitas yang tersedia dapat berfungsi secara optimal.

metode analisis standar pendidikan

Cara Menghitung Standar Sarana Pendidikan

Menghitung standar sarana pendidikan dengan rumus :

Perbandingan jumlah sarana pendidikan dengan penduduk usia sesuai tingkatan pendidikan dihitung dengan rumus :

 

Analisis Sarana Kesehatan

Penyediaan sarana kesehatan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk pencegahan dan perlindungan masyarakat terhadap penyakit untuk dapat dirawat secara medis.
metode analisis standar kesehatan 

Cara Menghitung Standar Sarana Kesehatan

Menghitung jumlah standar sarana kesehatan adalah sebagai berikut :
metode analisis wilayah
Selain menghitung jumlah standar sarana kesehatan yang dibutuhkan, perlu juga dihitung proyeksi sarana kesehatan untuk 5 tahun dan 10 tahun mendatang dengan cara :

Menghitung Proyeksi Puskesmas

metode analisis wilayah
metode analisis wilayah

Menghitung Proyeksi Praktek Dokter

metode analisis wilayah
metode analisis wilayah 

 

Analisis Sarana Peribadatan

Fasilitas peribadatan merupakan tempat untuk menjalankan ibadah umat beragama secara berjamaah untuk memenuhi kebutuhan rohani. Pendekatan perencanaan yang dianut adalah dengan memperkirakan komunitas dan jenis agama serta kepercayaan dan kemudian merencanakan lokasi bengunan peribadatan secara planologis dan religius.
  • Masjid 
Fasilitas peribadatan ini lokasinya berdasarkan skala tingkat pelayanan. Apabila merupakan masjid lingkungan lokasinya disesuaikan dengan lingkungan dan didukung penduduk minimum 3.000 jiwa. Sedangkan untuk masjid skala pelayanan tingkat kecamatan lokasi menyesuaikan berdasarkan pertimbangan wilayah kecamatan dan minimum didukung oleh 30.000 jiwa penduduk.
  • Musholla
Untuk musholla lokasi sebaiknya di lingkungan RW dengan minimum didukung oleh 2500 penduduk.
  • Gereja
Fasilitas ini sebaiknya berlokasi di pusat lingkungan atau menyesuaikan dengan jumlah komunitas penganutnya, didukung minimum oleh 2500 penduduk pemeluk agama bersangkutan.

 

Analisis Sarana Perekonomian

Sarana dan prasarana ekonomi pada suatu wilayah dibutuhkan untuk menunjang kegiatan-kegiatan terutama kegiatan ekonomi masyarakat pada wilayah tersebut. Sehingga analisis sarana dan prasarana ekonomi pada tingkat kecamatan diperlukan untuk melihat jangkauan pelayanan dari ketersediaan fasilitas ekonomi telah mencakup seluruh penduduk kecamatan atau bahkan wilayah sekitarnya.
  • Pasar Lingkungan
Pasar Lingkungan adalah fasilitas lingkungan yang berfungsi sebagai pusat perbelanjaan dan niaga yang menjual keperluan sehari-hari yang lebih lengkap termasuk sayur mayur, daging, ikan, buah-buahan, beras, tepung, bahan-bahan pakaian, barang-barang kelontong, alat-alat sekolah, alat-alat rumah tangga, dan lain-lain. Terdiri dari pasar, pertokoan, bengkel, reparasi kecil. Lokasinya pada jalan utama lingkungan dan mengelompok dengan pusat lingkungan. Minimum dukungan penduduk 30.000 jiwa. Dan sebaiknya dilengkapi dengan sarana penunjang seperti tempat parkir, pos polisi, pos pemadam kebakaran, kantor pos pembantu dan tempat ibadah.
  • Warung
Warung adalah fasilitas perbelanjaan terkecil yang melayani kebutuhan sehari-hari dari unit lingkungan terkecil 250 penduduk (50 keluarga). Minimum terdiri dari satu bangunan untuk menjual kebutuhan sehari-hari. Pencapaian maksimum adalah 500 meter.
  • Toko
Toko adalah fasilitas perbelanjaan yang lebih besar daripada warung meskipun tetap menjual kebutuhan sehari-hari, juga menjual kebutuhan sekunder lainnyadan berbentuk toko dengan ketersediaan barang lebih lengkap. Minimum didukung oleh 2.500 penduduk, dengan jarak pencapaian maksimum adalah 1200 meter. 
  • Hotel
Hotel merupakan sarana yang difungsikan untuk memnuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang hunian yang bersifat sementara dan komersial, serta dilengkapi dengan sarana-sarana pendukung lainnya. Untuk menyediakan sarana ini harus didukung oleh jumlah penduduk minimal sebanyak 15.000 jiwa dengan kebutuhan lahan minimum seluas 1000 m2 per unit.
  • Rumah Makan atau Restoran
Rumah Makan adalah sarana perekonomian dalam bidang jasa konsumsi masyarakat, khususnya konsumsi siap saji dan bersifat praktis. Untuk meyediakan sarana ini harus didukung penduduk minimum sebanyak 1500 jiwa atau menurut perkembangan dan kebutuhan lingkungan. Kebutuhan minimum lahan yang diperlukan adalah seluas 300 m2 per unit.

 

Analisis Sarana Permukiman

Menurut Pedoman Perencanaan Lingkungan Permukiman Kota (1983), perumahan adalah sebagai salah satu sarana hunian yang sangat erat kaitannya dengan tata cara kehidupan masyarakat. Lingkungan perumahan merupakan suatu daerah hunian yang perlu dilindungi dari gangguan-gangguan, seperti ; gangguan udara, kotoran udara, bau dan lain-lain. Sehingga daerah perumahan harus bebas dari gangguan tersebut dan harus aman serta mudah mencapai pusat-pusat pelayanan serta tempat kerja. Berikut merupakan standar & kebutuhan sarana perumahan rakyat :
standar permukiman 
Analisis pemenuhan kebutuhan permukiman di Kabupaten Kudus dilihat antara rasio jumlah rumah terhadap penduduk, dengan asumsi satu unit terkecil rumah dihuni oleh satu rumah tangga yang berisi satu orang ayah, satu orang ibu, dan dua orang anak.

 

Analisis Sarana Transportasi

Sarana transportasi adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan alat untuk mencapai suatu tempat tujuan, dalam hal ini merupakan suatu kendaraan, baik kendaraan bermotor ataupun tidak bermotor yang dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kendaraan pribadi dan kendaraan umum. 
  • Kendaraan Pribadi
Dengan menganalisis kepemilikan kendaraan pribadi dapat diketahui jenis kendaraan yang paling banyak dipakai oleh masyarakat dan kaitannya dengan tingkat kesejahteraan masyarakat dan dampak yang ditimbulkan pada lingkungan.
  • Kendaraan Angkutan Umum
Kendaraan/angkutan umum adalah pemindahan orang dan/atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan dipungut bayaran baik langsung maupun tidak langsung. Beberapa istilah dalam angkutan umum adalah sebagai berikut (berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 35 Tahun 2003)
  1. Trayek adalah lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan orang dengan kendaraan umum yang mempunyai asal – tujuan perjalanan tetap, lintasan tetap dan jadwal tetap maupun tidak berjadwal. 
  2. Jaringan trayek adalah kumpulan dari trayek-trayek yang menjadi satu kesatuan jaringan pelayanan angkutan orang. 
  3. Terminal adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan memuat dan menurunkan orang dan/atau barang serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum, yang merupakan salah satu wujud simpul jaringan transportasi.

 

Analisis Sarana Pemerintahan dan Pelayanan Umum

Sarana pemerintahan dan pelayanan umum digunakan untuk menunjang sarana pemerintahan skala kecamatan maupun pemerintahan skala desa. Dasar penyediaan fasilitas ini adalah untuk melayani setiap setiap unit administrasi pemerintahan baik informal (Rukun Tetangga / Kelompok 50 keluarga, Rukun Warga / Kelompok 500 keluarga) maupun formal (Kelurahan / Lingkungan, Kecamatan) dan bukan didasarkan pada jumlah penduduk yang mampu mendukung fasilitas tersebut.
  1. Tingkat RW : Pos Hansip, Balai Pertemuan, Parkir Umum
  2. Tingkat Kelurahan : Kantor Kelurahan, Pos Polisi, Kantor Pos Pembantu, Pos Pemadam Kebakaran, Parkir Umum dan Kakus Umum
  3. Tingkat Kecamatan : Kantor Kecamatan, Kantor Polisi, Kantor Pos Cabang, Kantor Telepon Cabang, Pos Pemadam Kebakaran, Parkir Umum, Kakus Umum, Gardu Listrik.

0 Response to "Metode Analisis Sarana Wilayah Dalam Perencanaan Pembangunan"

Post a Comment

Berikan komentar disini...