Indikator Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan

Setiap perencanaan pembangunan wilayah membutuhkan batasan praktikal yang dapat digunakan secara operasional untuk mengukur tingkat perkembangan wilayahnya. Secara umum dan yang lazim di sebagian besar kalangan, pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan output produksi menjadi kinerja pembangunan yang paling populer. Namun, apabila pertumbuhan ekonomi yang terjadi juga menimbulkan berbagai masalah seperti penurunan distribusi pendapatan, peningkatan jumlah pengangguran, serta kerusakan sumber daya alam maka akan menyebabkan paradoks dan mengarah pada pembangunan tersebut.

Oleh karena itu diperlukan indikator atau tolok ukur keberhasilan tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan. Pembangunan yang saat ini populer dilaksanakan adalah pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Beberapa kalangan menyebutkan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan terbagi atas tujuan ekonomi, tujuan sosial, tujuan budaya dan tujuan ekologi. Indikator yang digunakan sebaiknya mampu mengukur tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan tersebut secara komprehensif.



Indikator adalah ukuran kuantitatif dan atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang ditetapkan. Oleh karena itu, indikator kinerja harus berupa sesuatu yang akan dihitung dan diukur serta digunakan sebagai dasar untuk menilai tingkat kinerja baik dalam perencanaan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi.


Indikator Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan

Indikator pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan yang disebutkan oleh beberapa pakar adalah :
  1. Culture - ecology interface yaitu pembangunan berkelanjutan merupakan fungsi yang terintegrasi dari nilai-nilai budaya yang menyatu terhadap ekosistem. Indikator yang termasuk dalam hal ini adalah ukuran perubahan etika lingkungan, komitmen untuk menjaga keseimbangan political cultural dan eco tourism.
  2. Culture - economy interface yaitu menggambarkan fungsi tujuan di dalam termin nilai-nilai non market dan keputusan menjaga konservasi lingkungan untuk tujuan budaya. Dalam hal ini, nilai kultural ekonomi bernilai lebih tinggi.
  3. Economy - ecology interface yaitu menggambarkan fungsi tujuan di dalam termin dari nilai-nilai ekonomi dan cost benefit analysis. Indikator pembangunan berkelanjutan diukur dari cadangan konservasi alam dan ekonomi (stock and flow of environmental and economy) untuk kegiatan produksi serta pelayanan untuk generasi saat ini dan yang akan datang. Contoh dari indikator pembangunan berkelanjutan ini adalah kesuburana tanah, keragaman budaya, dan kesehatan ekosistem sebagai indikator kualitas lingkungan.

Definisi Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan

Konsep pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan itu sendiri adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa merusak kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya.

Pada dasarnya pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan merupakan strategi pembangunan yang memberikan ambang batas pada laju pemanfaatan ekosistem alamiah serta sumberdaya alam yang ada. Namun ambang batas ini tidak bersifat absolut, melainkan fleksibel yang bergantung pada kemampuan biosfer untuk menerima dampak kegiatan manusia.

pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan

Definisi pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan merupakan pembangunan yang meminimalkan penggunaan sumberdaya dan meningkatkan entropy bumi. Dengan kata lain, pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan adalah strategi pemanfaatan ekosistem alamiah sehingga kapasitas fungsionalnya dapat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia agar tidak rusak.

Baca juga : Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Para Ahli

Pertimbangan dalam Penyusunan Indikator Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan

Beberapa pertimbangan dalam penyusunan indikator pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan adalah sebagai berikut :
  1. Kesederhanaan yaitu indikator akhir harus sederhana.
  2. Skop yaitu meliputi seluruh aktivitas manusia yang terkait dengan ekonomi dan lingkungan, dan overlap antar masing-masing indikator harus seminimal mungkin.
  3. Kuantifikasi yaitu elemennya harus dapat diukur.
  4. Pengukuran yaitu elemen harus dapat diamati untuk menunjukkan kecenderungan.
  5. Sensitivitas yaitu indikator yang terpilih cukup sensitif terhadap perubahan karakteristik lingkungan.
  6. Batas waktu yaitu frekuensi dan lingkup elemen harus dapat menunjukkan identifikasi waktu dari kecenderungan yang ada.

Dari berbagai pendekatan tersebut, maka ada 3 kelompok cara untuk menetapkan indikator pembangunan terutama pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan yaitu :
  1. Indikator berbasis tujuan pembangunan yaitu sekumpulan cara mengukur tingkat kinerja pembangunan dengan mengembangkan berbagai ukuran operasional berdasarkan tujuan pembangunan.
  2. Indikator berbasis kapasitas sumberdaya yaitu cara mengelompokkan atau mengklasifikasikan sumberdaya sehingga mampu menggambarkan kapasitas dari sumberdaya-sumberdaya pembangunan.
  3. Indikator berbasis proses pembangunan yaitu proses pembangunan yang terus mengarah pada semakin meningkatnya kapasitas dari sumberdaya-sumberdaya pembangunan tersebut.

0 Response to "Indikator Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan"

Post a Comment

Berikan komentar disini...