Privatisasi Ruang Publik di Kawasan Wisata : Studi Kasus Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Waduk Gajah Mungkur merupakan salah satu objek wisata yang cukup menarik di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Wonogiri. Waduk Gajah Mungkur terletak kurang lebih 3 km dari jantung Kota Wonogiri ke arah selatan. Jalan yang sedikit naik turun dan rindangnya pepohonan disekitar jalan menuju arah waduk menjadikan keindahan dan daya pikat tersendiri. Tebing-tebing yang tinggi dan hembusan angin pengunungan menambah nilai plus tersendiri, bahkan jalan menuju waduk Gajah Mungkur terbuat dari dua pegunungan yang dihancurkan khusus untuk dijadikan jalan raya.


wisata waduk gajah mungkur

Area pintu air Waduk Gajah Mungkur merupakan salah satu area yang banyak pengunjungnya. Padahal area pintu air ini terpisah dengan kawasan Waduk Gajah Mungkur yang memang sengaja dibangun sebagai objek wisata yang dilengkapi banyak fasilitas-fasilitas pendukung bagi wisatawan di waduk Gajah Mungkur. Di area di pintu air waduk gajah Mungkur ini pengunjung tidak dipungut biaya, berbeda dengan area yang memang dibangun sebagai objek wisata. Biasanya area ini ramai oleh anak remaja Kota Wonogiri pada jam sore hari sebagai tempat berkumpul santai menghabiskan sore harinya. Namun keramaian di area pintu air Waduk Gajah Mungkur ini akan memuncak pada hari minggu pagi. Masyarakat kota Wonogiri pada hari minggu sering memenfaatkan area waduk Gajah Mungkur ini sebagai area jalan-jalan ataupun jogging. Banyaknya pengunjung berbagai usia di area ini mengakibatkan para pedagang kaki lima (PKL) banyak berdatangan. Dampak yang dihasilkan dari para pedagang dan pengunjung yang kurang memperhatikan lingkungan yaitu banyaknya sampah yang ditinggalakan pada area tersebut.

Melihat fungsi waduk Gajah Mungkur yang sangat banyak dan sangat membantu kehidupan masyarakat Wonogiri serta dijadikan sebagai objek wisata yang merakyat dan memiliki banyak pengunjung, maka waduk perlu dipelihara secara benar. Terlebih masalah kebersihan dan faktor keamanan di pintu air masuk Waduk Gajah Mungkur ini. 

Peran serta masyarakat dan pemerintah setempat yaitu Kabupaten Wonogiri perlu memiliki kepedulian dan persamaan persepsi tentang fungsi dan manfaat waduk. Waduk Gajah Mungkur perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah baik dari segi dana dan kebijakan agar keadaan waduk Gajah Mungkur menjadi kawasan wisatan yang berkelanjutan atau sustainable.

Solusi Permasalahan Ruang Waduk Gajah Mungkur


Banyak masalah-masalah yang ada di area Waduk Gajah Mungkur, terlebih area pintu masuk Waduk Gajah Mungkur. Masalah-masalah tersebut antara lain kurangnya tempat sampah bagi pengunjung di area tersebut, kurangnya lampu penerangan di are ini sehingga bila malam hari ini tiba area ini hanya remang-remang, kurangnya keamanan di area yang sering digunakan area parkir pengunjung. Oleh sebab itu warga Wonogiri beserta pemerintah Kabupaten Wonogiri perlu mencari solusi dari permasalahan yang kita hadapi agar fungsi waduk Gajah Mungkin selalu maksimal, keadaan area pintu waduk tetap bersih dan tidak semrawut. Langkah-langkah penataan waduk Gajah Mungkur tersebut antara lain:
  1. Keadaan Waduk Gajah Mungkur harus selalu dalam batas layak dan terkontrol dengan baik terutama keadaan debet air. 
  2. Penambahan sarana-prasarana seperti kotak sampah bagi penunjung dan lampu penerangan jalan di area pintu air waduk Gajah Mungkur.
  3. Peningkatan keamanan di area pintu air waduk Gajah Mungkur terlebih pada area yang sering digunakan sebagai tempat parkir pengunjung.
  4. Lingkungan harus tertata rapi dan menarik sehingga tetap menjadi daya tarik bagi para wisatawan waduk Gajah Mungkur. 

0 Response to "Privatisasi Ruang Publik di Kawasan Wisata : Studi Kasus Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri"

Post a Comment

Berikan komentar disini...