Belajar Pengelolaan Sampah Kota Bandung untuk Kota Jakarta

Kisruh pengelolaan sampah antara Jakarta dan Bekasi hingga saat ini belum ada upaya yang berarti dari pemerintah daerah setempat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saat ini justru masalah semakin rumit. Sampah-sampah se kota Jakarta menumpuk di beberapa titik pengumpulan. Hal itu menimbulkan bau busuk yang menyengat dan lingkungan yang kotor. Hal ini sudah pasti tidak baik dan menjadi permasalahan bagi masyarakat kota Jakarta. Pemandangan kota Jakarta menjadi kotor akibat truk-truk sampah dari Jakarta dilarang melintas menuju TPA Bantargebang.

masalah sampah Jakarta




Dilarangnya truk-truk pengangkut sampah dari Jakarta ke TPA Bantargebang di Bekasi disebabkan oleh beberapa hal yang mana menurut Pemerintah Kota Bekasi merupakan wanprestasi atau pelanggaran terhadap kesepakatan antara Kota Jakarta dan Bekasi. Penyelewengan yang dilakukan oleh truk-truk sampah Kota Jakarta antara lain:

  1. Truk pengangkut sampah dari Kota Jakarta dianggap tidak sesuai dengan standard truk pengangkut sampah yang mana saat ini kondisi truk-truk tersebut sudah banyak rusak.
  2. Banyaknya sampah yang jatuh di sepanjang jalan di Bekasi yang mengakibatkan bau dan kotor di Bekasi. Hal ini disebabkan oleh kondisi truk yang kebanyakan sudah rusak dan tua tetapi dipaksa mengangkut beban sampah terlalu banyak sehingga menyebabkan overload.
  3. Truk-truk pengangkut sampah dari Jakarta sering melanggar rute jalan pengankutan sampah yang telah disepakati.

Saat ini, upaya Pemerintah Kota Jakarta untuk menanggulangi masalah sampah di Kota Jakarta tersebut dengan memaksimalisasikan kantung-kantung sampah yang ada di Jakarta dan melakukan koordinasi dengan pemerintah kota Bekasi agar truk sampah diperbolehkan mengangkut sampah ke TPA Bantargebang Bekasi.

Sedangkan menurut Pemerintah Kota Jakarta, Pemerintah Kota Bekasi juga melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerjasama pengelolaan sampah yang sudah disepakati. Pemerintah Kota Jakarta menganggap bahwa Pemerintah Bekasi tidak berhasil meningkatkan teknologi pengelolaan sampah sebagai sumber energi. Oleh karenanya Pemerintah Kota Jakarta menuntut agar kesepakatan tersebut dapat segera dipenuhi oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Baca : Infrastruktur Pengelolaan Sampah Jakarta vs Bekasi

Pengelolaan Sampah di Kota Bandung


Mungkin Kota Jakarta perlu belajar dari pengelolaan sampah Kota Bandung agar ketergantungan terhadap TPA Bantargebang tidak terlalu tinggi. Kota Bandung termasuk kota besar di Indonesia dengan produksi sampah yang cukup tinggi. Di Kota Bandung, aktivitas pengelolaan sampah berawal dari kasus longsornya TPA Leuwigajah yang telah menelan korban jiwa lebih dari 140 orang meninggal. Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung merupakan potret umum kampung di wilayah Bandung. Penduduk di kawasan ini masih belum mau tahu akibat pembuangan sampah sembarangan. Mereka juga tidak pernah memikirkan kemana sampah-sampah itu akan dibuang dan sebagian besar masih menjadi masalah di TPS yang terbatas di lingkungan, bahkan sering tidak tertampungnya sampah dan mengotori jalan raya utama. Penduduk belum menyadari bahwa sampah-sampah yang tak terurai akan mengotori sungai, sehingga akan mengakibatkan banjir dan pencemaran. Adanya peristiwa longsornya TPA Leuwigajah ini, kini berdampak pada proses penanganan sampah secara keseluruhan di kota Bandung. 

Adanya masalah tersebut, mendorong suatu kegiatan alternatif sebagai langkah pengurangan volume sampah dari sumbernya untuk mengurangi beban pembuangan sampah ke TPA. Untuk itu terbentuklah suatu aktivitas pengelolaan sampah rumah tangga melalui pembuatan kompos skala lingkungan yang dilaksanakan dengan pendekatan 3R (reuse,reduce,recycle). Kegiatan pengolahan sampah ini dikelola oleh Lembaga Perwakilan Warga (LPW). LPW adalah pelaksana program prasarana dasar keciptakaryaan di tingkat komunitas bekerja sama dengan PU Cipta Karya Sub Bidang BPSM (Badan Pelaksanaan Badan Usaha Swadaya Masyarakat), ASPEK (Asosiasi Permukiman Kooperatif) dan Lemkorwil (Lembaga Koordinasi Wilayah) Kelompok Swadaya Masyarakat Jawa Barat serta membangun dan memfasilitasi kebutuhan warga. 

Pengolahan sampah di kawasan ini berasal dari sampah rumah tangga yang kemudian diolah menjadi kompos dengan model pengolahan sampah organik. Model organisasi pengolahan sampah di kawasan ini berdasar pemberdayaan masyarakat dalam pengomposan sampah organik skala lingkungan. Dari adanya kegiatan pengelolaan kompos ini telah dapat berhasil mereduksi volume sampah hingga 88 % dan dihasilkan sejumlah produk kompos 300 kg/bulan. Upaya pengelolaan persampahan berbasis masyarakat ini secara langsung dapat membantu pemerintah kota Bandung mengatasi masalah keterbatasan lahan TPA.

Belajar Pengelolaan Sampah Kota Bandung


Pengolahan sampah di Kota Bandung ini dapat menjadi cermin atau contoh bagi kawasan lainnya sebagai upaya menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan suatu bencana yang tidak diinginkan. Dengan adanya kegiatan pengolahan sampah ini dapat sebagai langkah pengendalian terjadinya banjir, tanah longsor, serta pencemaran tanah, air, maupun udara. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini juga dapat melatih kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga. Manusia perlu menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehingga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri. Selain itu manusia juga bagian dari lingkungan, maka hendaknya selalu berupaya untuk menjaga terhadap pelestarian, keseimbangan dan keindahan alam. Kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya merupakan hal penting dalam menjaga keselarasan lingkungan. 

0 Response to "Belajar Pengelolaan Sampah Kota Bandung untuk Kota Jakarta"

Post a Comment

Berikan komentar disini...