Analisis SWOT dalam Perencanaan Wilayah dan Kota

Sudah banyak produk-produk rencana pengembangan wilayah yang menggunakan analisis SWOT sebagai alat dalam merumuskan kebijakan. Mungkin diantara kalian belum banyak mengetahui konsep penggunaan analisis SWOT dalam perencanaan wilayah dan kota. Bagaimana cara menggunakan analisis SWOT dalam perencanaan wilayah dan kota? Sejak kapan analisis SWOT digunakan dalam perencanaan? Dan dalam jenis perencanaan bagaimana, analisis SWOT tersebut paling cocok digunakan? Pertanyaan yang paling mendasar adalah, apa itu analisis SWOT?

Definisi dasar dari analisis SWOT adalah penilaian keadaan eksisting terhadap organisasi. Dalam analisis penilaiannya, SWOT mencakup:
  1. kekuatan-kekuatan (strenghts)
  2. kelemahan-kelemahan (weaknesses)
  3. peluang-peluang (opportunites); dan 
  4. ancaman-ancaman (threats)

Manfaat analisis SWOT dapat diperoleh ketika perihal operasi organisasi telah ditentukan, arah dan tujuan (visi dan misi) ke masa depan telah ditentukan serta ukuran keberhasilan dalam mewujudkan tujuan tersebut telah dirumuskan secara jelas sehingga segala sesuatu dapat dinilai sebagai kekuatan, kelemahan, peluang atau ancaman hanya jika telah ada VISI, TUJUAN, MISI yang dipakai sebagai acuan atau benchmark.

Bagaimana analisis SWOT tersebut digunakan dalam perencanaan wilayah dan kota? Analisis SWOT melakukan pemindaian (scaning) kondisi lingkungan internal dan eksternal yang dapat menjadi faktor yang mempermudah atau mempersulit pencapaian tujuan/visi wilayah/komunitas/organisasi. Analisis SWOT dapat dilakukan dengan proses partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yaitu dengan cara :
  1. Anggota tim bersama-sama dengan partisipan/peserta diskusi melakukan identifikasi terhadap kekuatan; kelemahan; peluang; dan ancaman yang mungkin dihadapi organisasi. 
  2. Selain menyepakati signifikasi dan validitas data, partisipasi juga untuk menyepakati dan menetapkan isu-isu strategis.

Oleh karena itu, analisis SWOT merupakan bagian dari proses perencanaan strategis yang berfungsi sebagai kerangka kerja dengan cara mengidentifikasi isu-isu kritis yang mungkin berdampak terhadap rencana strategis.

(Baca : Teori Perencanaan Strategis)

Perencanaan Strategis itu muncul menggantikan model perencanaan jangka panjang untuk merespon terjadinya perubahan eksternal secara cepat dan tidak menentu yang menuntut organisasi untuk melakukan penyesuaian atau perubahan internal agar mampu mempertahankan fungsi dan peranannya.

Bagaimana cara melakukan analisis SWOT?


Yang pertama, melakukan telaah terhadap faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan dari organisasi/wilayah atau komunitas dengan mengenai faktor-faktor kunci saja dalam kekuatan dan kelemahan organisasi serta menawarkan respon yang mungkin dilakukan. Mengapa hanya faktor kunci saja? Karena tidak mungkin melakukan peninjauan semua bidang fungsi organisasi seperti manajemen, administrasi, SDM, pendanaan, sistem komunikasi internal, prasarana dan sarana pendukung, dll serta sub bidang secara mendalam.

Identifikasi Faktor Kekuatan


Faktor kekuatan meliputi aset atau faktor-faktor yang dimiliki wilayah atau organisasi yang dapat mempermudah tercapainya tujuan atau visi yang ditetapkan. Kekuatan disini dapat berupa nilai positif atau kekuatan dari sumber daya alam, sumber daya manusia, infrastruktur, sistem sosial-ekonomi-politik serta image dari wilayah tersebut.

Identifikasi Faktor Kelemahan


Identifikasi faktor kelemahan meliputi kondisi atau karakter internal yang dimiliki yang dapat menjadi kendala atau hambatan dalam upaya untuk mencapai tujuan atau visi. Yang termasuk dalam kelemahan contohnya kelemahan dari sumber daya alam, sumber daya manusia, infrastruktur, sistem sosial-ekonomi-politik serta image dari wilayah tersebut. Dalam hal ini, kita harus memperhatikan bahwa sifat kelemahan ada yang dapat diperbaiki dan tidak dapat diperbaiki, misalnya iklim usaha yang dapat diperbaiki namun angkatan kerja yang berumur tua tidak dapat diperbaiki, dll.


Yang kedua, melakukan telaah terhadap faktor eksternal dengan :
  1. Mengembangkan daftar peluang yang dapat dimanfaatkan dan ancaman yang perlu dihindari.
  2. Tidak bertujuan mengembangkan daftar panjang dan lengkap semua faktor eksternal yang berpengaruh terhadap pencapaian misi dan visi.
  3. Mengenali faktor-faktor kunci dan menawarkan respon yang mungkin dilakukan.

Identifikasi Faktor Peluang


Faktor peluang adalah obyek atau kondisi eksternal memudahkan atau memfasilitasi organisasi mencapai tujuan. Contoh dari faktor peluang dalam pengembangan ekonomi lokal adalah kesepakatan perdagangan bebas antar negara, penambahan alokasi DAU, desentralisasi pelayanan, peningkatan prasarana (jalan raya, dll), pengurangan pajak usaha.

Identifikasi Faktor Ancaman


Faktor ancaman merupakan tren dan perkembangan di luar wilayah atau organisasi yang dapat mempersulit tercapainya tujuan atau visi. Contoh ancaman dalam pengembangan ekonomi lokal antara lain : kenaikan pajak keuntungan usaha, pembatasan kepemilikan lahan investasi, regulasi kelestarian lingkungan yg sangat ketat, perubahan teknologi yang sangat cepat, merebaknya flu burung dan penyakit gawat lainnya, dll.

contoh analisis SWOT


Yang ketiga adalah pemberian skoring terhadap hasil identifikasi faktor internal dan faktor eksternal.

Berdasar suatu judgment (brainstorming partisipatif atau oleh ahli) ditetapkan score pada Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) dan Matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI) untuk membedakan tingkat pentingnya faktor dapat diberikan koefisien peringkat. Sebagai contoh Fred R. David (1995, 1997, 1999, 2001, 2003) memberi peringkat 1 dan 2 untuk faktor-faktor kunci yang merupakan ancaman dan kelemahan, dan memberikan peringkat 3 dan 4 pada faktor-faktor kunci yang merupakan peluang dan kekuatan. 

Hasil skoring (perkalian bobot dengan peringkat) baik pada tabel EFE dan tabel EFI dijumlah untuk menentukan apakah peluang lebih besar dari pada ancaman atau sebaliknya serta apakah kekuatan lebih besar dari pada kelemahan atau sebaliknya. Karena jumlah bobot = 1 maka hasil penjumlahan skor (bobot x peringkat) akan berada pada kisaran 1 dan 4 atau rata-rata 2,50. Apabila hasil penjumlahan pada tabel EFE > 2,50 maka peluang lebih besar dari pada ancaman atau sebaliknya, dan apabila hasil penjumlahan pada tabel EFI > 2,50 maka kekuatan lebih besar dari pada kelemahan atau sebaliknya.


Yang keempat adalah melakukan analisis faktor-faktor baik internal maupun eksternal. Faktor internal dianalisis dengan cara :
  1. Mengevaluasi kinerja organisasi untuk setiap perspektif balanced scorecard atau faktor-faktor yang berhubungan.
  2. Mengumpulkan data dan informasi mengenai faktor-faktor tersebut.
  3. Mengidentifikasikan faktor-faktor kunci yang merupakan kekuatan dan kelemahan organisasi dengan membuat check list daftar pertanyaan. Jawaban hendaknya sespesifik mungkin dan disertai ukuran kinerja atau rasio.
  4. Mentabulasi dan memberi bobot dan rating serta memperbandingkan kekuatan dengan kelemahan yang dimiliki organisasi .

Sedangkan faktor eksternal dianalisis dengan cara :
  1. Mengenali kekuatan kunci faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja organisasi
  2. Mengumpulkan data dan informasi mengenai faktor-faktor tersebut.
  3. Apabila dianggap perlu, membuat proyeksi mengenai perkembangan faktor-faktor tersebut selama periode perencanaan;
  4. Mengidentifikasikan faktor-faktor eksternal tersebut yang secara strategis merupakan peluang dan ancaman terhadap organisasi
  5. Mentabulasi dengan memberi bobot dan rating serta memperbandingkan peluang dengan ancaman, yang dihadapi

Hasil dari analisis SWOT berupa ragam objek atau keadaan internal dan eksternal menjadi faktor kunci pencapaian tujuan organisasi atau wilayah, peta posisi organisasi terhadap lingkungannya serta gambaran alternatif pilihan strategi umum yang sesuai umtuk dijadikan dasar dalam menetapkan sasaran-sasaran organisasi selama 3 – 5 tahun ke depan.

Contoh hasil identifikasi analisis SWOT :

contoh analisis swot


Contohnya hasil analisis SWOT :

contoh analisis swot
Contoh Analisis Faktor Kekuatan Dalam Analisis SWOT Pengembangan Perekonomian Wilayah


Dari hasil analisis SWOT dapat dirumuskan strategi dan rencana aksi sebagai upaya memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan internal serta memanfaatkan peluang eksternal dan menghadapi atau mempertimbangkan ancaman atau tantangan eksternal.

0 Response to "Analisis SWOT dalam Perencanaan Wilayah dan Kota"

Post a Comment

Berikan komentar disini...