Sejarah Desa Wisata Batik Kemplong sebagai Modal Pembangunan Wilayah

Desa Wisata Batik Kemplong

Desa Kemplong merupakan kawasan yang sejak dulu merupakan sentra atau pusat pembatikan dan terus dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakatnya. Hal ini berdasarkan pengalaman dari pengrajin batik daerah Kemplong mempunyai kandungan air tanah yang cocok dengan zat pewarna batik yang secara teknis membuat warna sangat cemerlang, terang dan dengan komposisi yang relatif rendah. Dibandingkan daerah lainnya Desa Kemplong mempunyai keunggulan komparatif bahwa kandungan air tanah sesuai dengan zat pewarna batik sehingga daerah Kemplong berkembang pengrajin yang potensial.


Sedangkan berdasarkan harfiah, asal mula desa "kemplong" diambil dari kata "ngemplongi" yang bermakna "tindakan seorang pembatik memukul-mukulkan kain batik atau tindakan memukuli kain batik agar hasilnya menjadi lebih halus. Secara etimologis nama Kemplong berasal dari kata “ngemplong (setrika, kalender). Ngemplong adalah meratakan kain dengan jalan kain dipukul berulang-ulang, caranya adalah kain yang sudah dikanji dan kering, beberapa lembar kain (sekitar 10 lembar) digulung kemudian diletakkan diatas kayu yang rata permukaannya, gulungan kain itu diikat dengan landasan kayu agar tidak lepas, kemudian kain tersebut dipukuli dengan pemukul dari kayu (ganden), setelah kain jadi rata, gulungan dibuka dan kain-kain satu persatu dilipat untuk disimpan atau langsung dibatik. Karena meratakan kain-kain tersebut dilakukan keadaan dingin tidak seperti disetrika panas, maka kanji pada mori mudah dihilangkan dengan pencucian, pewarnaan tidak terganggu oleh adanya kanji pada kain batik pada proses persiapan pembatikan.

Ditinjau dari aspek teknis bahwa keberadaan Desa Wisata Batik secara fisik tidak akan mengganggu ekologis, karena sesungguhnya desa Kemplong yang disahkan menjadi ’Desa Wisata Batik’ substansinya adalah perdesa wisataan yang penduduknya melakukan aktivitas secara ekonomi dibidang pembatikan dan kegiatannya sudah berlangsung sejak nenek moyangnya menemukan batik sebagai hasil budidaya karya seni yang mempunyai nilai ekonomi lebih baik (value added).

Teknologi pembatikan yang dimiliki Kemplong secara teknis memiliki kemampuan pewarnaan batik secara alami yang ramah lingkungan, karena semua sumber pewarnaan batik diambil dari alam baik berupa dari unsur tumbuh-tumbuhan (daun-daunan, kayu, biji-bijian) dipadu dengan batu-batuan alam. Di desa Kemplong ini pula kegiatan pembatikan lebih fokus pada pembatikan tulis dan cap, yang secara teknis menghasilkan limbah cair lebih sedikit dibanding dengan industri batik sablon atau cucian (wash) kain.

Dari sisi teknis desain Desa Wisata Batik memerlukan pembangunan infrastruktur untuk kelengkapan penataan sarana dan prasaranan yang dibutuhkan. Kebutuhan pasar kedepan khususnya yang terkait dengan pasar luar negeri harus didesain sebuah produk batik yang dihasilkan dalam proses produksi yang ramah lingkungan. Oleh karenanya secara komprehensif kebutuhan pembangunan infrastruktur perlu memiliki desain perencanaan fisik.

Berdasarkan potensi yang dimiliki Desa Kemplong diatas sebagai Desa Wisata batik, maka pada tanggal 30 April 2009, Desa Wisata Batik Kemplong Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan diresmikan oleh Menteri Perdagangan RI, Ibu Mari Elka Pangestu.

Visi dari Desa Wisata Batik Kemplong adalah:
  1. Menjadikan Desa Wisata Batik Kemplong Wiradesa menjadi wisata belanja unggulan di Kabupaten Pekalongan bahkan di tingkat dunia internasional.
  2. Menyelenggarakan dan mendukung koordinasi berbagai kegiatan yang mendukung pelestarian dan pengembangan batik.
  3. Memberdayakan potensi pengrajin batik di Pekalongan, serta membuka lapangan kerja untuk mendapatkan penghasilan yang yang lebih baik.
Sedangkan misi Desa Wisata Batik Kemplong adalah:
  1. Mensejahterakan kehidupan pengrajin batik dan warga sekitarnya.
  2. Berupaya mendorong berkembangnya kemampuan pengrajin batik dengan keberagaman jenis produksi batik.
Demikian profil Desa Wisata Batik Kemplong Pekalongan yang mana hingga saat ini desa wisata tersebut selalu ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Bahkan produk batik dari desa wisata ini dipercaya sebagai produk unggulan dalam berbagai pameran batik internasional. Keunggulan-keunggulan tersebut berhasil dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah menjadi salah satu modal pembangunan yang berharga bagi Kabupaten Pekalongan.

0 Response to "Sejarah Desa Wisata Batik Kemplong sebagai Modal Pembangunan Wilayah"

Post a Comment

Berikan komentar disini...