Perlunya Peninjauan Kembali (Review) Rencana Umum Tata Ruang Perkotaan di Indonesia

review tata ruang

Hal-hal mengenai penataan ruang di Indonesia telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 24 tahun 1992, Tentang Penataan Ruang. Di dalam Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa lingkup Penataan Ruang, meliputi Perencanaan, Pemanfaatan dan Pengendalian.

Khusus mengenai Rencana Umum Tata Ruang Kota atau Rencana Tata Ruang Wilayah Kawasan Perkotaan, menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, dapat ditinjau kembali / di review setiap periode 5 tahun, atau bahkan dapat lebih singkat lagi, apabila dirasakan perlu.

Rencana tata ruang disusun dengan perspektif menuju keadaan pada masa depan yang diharapkan, berdasarkan dari data, informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dipakai, serta memperhatikan keragaman wawasan kegiatan tiap sektor perencanaan, termasuk perkembangan masyarakat dan lingkungan hidup berlangsung secara dinamis serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Oleh karena itu, agar rencana tata ruang yang telah disusun itu tetap sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan dan perkembangan kondisi kehidupan masyarakat, rencana tata ruang dapat ditinjau kembali atau disempurnakan secara berkala.

Peninjauan kembali atau review Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan yang dilakukan harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan dan perkembangan kawasan perkotaan dan dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan. Peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan meliputi kegiatan pemantauan, penelaahan, dan diselenggarakan dengan menghormati hak perorangan atau lembaga berdasarkan peraturan perundang-undangan, hukum adat atau kebiasaan yang berlaku.

Faktor yang menentukan dan menjadikan kegiatan peninjauan kembali atau review rencana tata ruang menjadi suatu aktivitas yang penting untuk dilakukan secara berkala dalam proses penataan ruang adalah karena adanya perubahan atau ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan yang mendasar antara rencana dengan kenyataan yang terjadi di lapangan, baik yang disebabkan karena faktor internal, maupun faktor eksternal. 

Faktor Eksternal

  1. Adanya perubahan dan / atau penyempurnaan peraturan dan / atau rujukan sistem penataan ruang;
  2. Adanya perubahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang dan / atau sektoral kawasan perkotaan yang berdampak pada pengalokasian kegiatan pembangunan yang memerlukan ruang berskala besar;
  3. Adanya ratifikasi kebijaksanaan global yang mengubah paradigma sistem pembangunan dan pemerintahan serta paradigma perencanaan tata ruang;
  4. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dan seringkali radikal dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam meminimalkan kerusakan lingkungan;
  5. Adanya bencana alam yang cukup besar sehingga menyebabkan perubahan struktur dan pola pemanfaatan ruang, dan memerlukan relokasi kegiatan budidaya maupun lindung yang ada demi pembangunan pasca bencana.

Faktor Internal


Beberapa faktor internal yang mempengaruhi perlunya peninjauan kembali atau review rencana tata ruang adalah :
  1. Rendahnya kualitas Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan yang dipergunakan sebagai acuan untuk penertiban perizinan lokasi pembangunan, sehingga kurang dapat mengoptimalkan perkembangan dan pertumbuhan aktivitas sosial ekonomi yang cepat dan dinamis;
  2. Rendahnya kualitas ini dapat disebabkan karena tidak diikutinya proses teknis dan prosedur kelembagaan perencanaan tata ruang;
  3. Terbatasnya pengertian dan komitmen aparat yang terkait dengan tugas penataan ruang, mengenai fungsi dan kegunaan Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan dalam pelaksanaan pembangunan;
  4. Adanya perubahan atau pergeseran nilai/norma dan tuntutan hidup yang berlaku di dalam masyarakat;
  5. Lemahnya aparatur yang berwenang dalam bidang pengendalian pemanfaatan ruang.

Berdasarkan hal diatas, maka peninjauulang atau review rencana tata ruang wajib dilakukan dan yang perlu ditekankan adalah proses peninjauulang yang mampu mengakomodir kembali setiap perubahan atau rencana yang dirasakan tidak sempurna, berdampak jangka panjang dan menimbulkan dampak positif yang lebih baik bagi kehidupan perkotaan, bukan hanya meninjau hal-hal yang bersifat sementara atau karena kepentingan pribadi atau golongan.

0 Response to "Perlunya Peninjauan Kembali (Review) Rencana Umum Tata Ruang Perkotaan di Indonesia"

Post a Comment

Berikan komentar disini...