Perencanaan Kawasan Rawan Tsunami di Indonesia

Tsunami adalah bencana alam yang pernah membuat gempar dunia karena menerjang di beberapa negara dan berhasil memporak-porandakan tatanan wilayah yang ada serta menimbulkan korban jiwa yang sangat banyak. Tercatat di Indonesia, bencana tsunami besar terjadi di Aceh pada tahun 2004 silam menyebabkan kerusakan parah kota Nangroe Aceh Darussalam dan kurang lebih 210.000 jiwa menjadi korban. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tsunami di Aceh sebagai bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi.

Sebelum mengupas bagaimana perencanaan kota untuk kawasan-kawasan rawan tsunami di Indonesia, kita perlu mengetahui dasar terjadinya tsunami, mulai dari penyebab hingga karakteristiknya supaya perencanaan kota yang disusun lebih tepat.

Tsunami adalah salah satu bencana yang terkait dengan gempa tektonik di atas 6 SR yang disebabkan terjadinya patahan pada kerak bumi yang mengakibatkan terjadinya gelombang pasang air laut yang ekstrim. Gelombang pasang air laut ini disebabkan oleh perubahan cekung laut akibat patahan yang terjadi akibat gempa tersebut. Selain besarnya gempa tektonik yang terjadi, jarak terhadap epicentrum, kedalaman hipocentrum juga termasuk faktor yang berpengaruh terhadap tsunami. Berikut adalah penjelasan mengenai proses terjadinya tsunami yang disebabkan oleh gempa dasar laut.
perencanaan kawasan rawan tsunami

Di Indonesia, beberapa kali tsunami tercatat sering terjadi mengingat Indonesia terletak di pertemuan beberapa lempeng dunia yang selalu bergeser dan rentan bertabrakan satu sama lain. Ya, Indonesia memang negara rawan gempa dan tsunami. Terhitung sejak tahun 1961 hingga tahun 2007, ada 22 kali gempa dan tsunami yang terjadi. Berikut perincian tsunami yang pernah terjadi di Indonesia.

tsunami di Indonesia

Kejadian tsunami Aceh yang besar telah membuka mata dunia akan pentingnya perencanaan wilayah dan kota untuk kawasan-kawasan rawan tsunami untuk mengantisipasi kerugian materiil maupun non materiil yang ditimbulkan. Tsunami aceh merusak permukiman, fasilitas umum, dan memporak-porandakan pelabuhan serta habibat pesisir pantai.

tsunami aceh


Terjadi tsunami aceh bisa begitu dasyat akibat karakter wilayahnya yang memiliki teluk berbentuk V yang berderet menyerupai gigi gergaji menyebabkan gelombang tsunami yang tinggi.

kawasan rawan bencana tsunami

Lalu bagaimana agar kejadian tsunami Aceh tersebut dapat menjadi pelajaran dalam perencanaan kawasan rawan bencana di Indonesia agar lebih sadar terhadap ancaman bencana yang ada?
Kaidah perencanaan kawasan rawan bencana dimulai dengan penyusunan peta rawan bencana yang berfungsi untuk mencatat tingkat kerawanan bencana yang dimiliki di suatu kawasan.

Peta Rawan Bencana Tsunami merupakan peta yang menggambarkan tingkat kerawanan suatu wilayah terhadap tsunami yang terjadi (episentrum dianggap terjadi di suatu tempat) dengan kedalaman dan besaran gempa tertentu. Parameter untuk menyusun peta kawasan rawan tsunami antara lain:
  1. Letak atau posisi epicentrum gempa dengan kedalaman dan besaran gempa
  2. Jarak suatu wilayah pantai terhadap epicentrum gempa
  3. Ketinggian wilayah pantai
  4. Tanggul alami pencegah tsunami (pemecah gelombang, hutan mangrove/sabuk mangrove.

Peta rawan bencana tsunami ini mendeliniasi tingkat kerawanan berdasarkan parameter tersebut dengan mempertimbangkan bobot dan skor yang diberikan kepada masing-masing parameter.

Berikut adalah peta rawan bencana tsunami di Indonesia.

peta rawan bencana tsunami

Peta rawan bencana tsunami perlu dibuat untuk langkah mitigasi atau mengurangi resiko kerugian materi dan non materi. Sehingga idealnya, kawasan rawan bencana tsunami menjadi kawasan khusus dengan penyusunan pola ruang dan struktur ruang yang lebih menekankan dan mempertimbangkan upaya pengurangan resiko bencana tsunami.

Prioritas dalam upaya pengurangan risiko bencana tersebut antara lain:
  1. Memastikan bahwa pengurangan risiko bencana sebagai prioritas nasional dan daerah dengan dasar kelembagaan kuat untuk pelaksanaan
  2. Mengidentifikasi, mengkaji dan memantau risiko-risiko bencana dan menguatkan kemampuan peringatan dini
  3. Menggunakan pengetahuan, inovasi dan pendidikan untuk membina budaya keselamatan dan ketahanan di semua tataran
  4. Mengurangi faktor-faktor akar risiko bencana
  5. Menguatkan kesiapan untuk respon yang lebih efektif di semua tataran
Tahap pencegahan atau mitigasi bencana tsunami antara lain :
  1. Penyelidikan dan pemetaan bencana tsunami untuk memperkirakan sebaran dan intensitas potensi bencana tsunami, untuk mendukung perencanaan tata ruang dan manajemen bahaya
  2. Penyelidikan dan pemetaan kondisi sosial ekonomi untuk menganalisis tingkat intensitas dan sebaran kerawanan sosial ekonomi suatu wilayah rawan bencana tsunami
  3. Penyelidikan dan pemetaan potensi risiko sosial ekonomi di wilayah rawan bencana tsunami, untuk menyusun rencana manajemen bahaya atau pengurangan risiko bencana tsunami 
Demikian, semoga bermanfaat :)

0 Response to "Perencanaan Kawasan Rawan Tsunami di Indonesia"

Post a Comment

Berikan komentar disini...