Pengantar Perencanaan Tapak Kota dan Wilayah

perencanaan tapak

Pengertian tapak adalah lahan dengan luas tertentu yang dialokasikan untuk pembangunan suatu fasilitas bagi kegiatan manusia. Lokasi tapak dapat dilihat dari sisi geografis dan dari sisi guna lahan. Oleh karena itu lokasi merupakan salah satu aspek yang menentukan karakter tapak. Lokasi geografis tapak adalah posisinya terhadap garis bujur dan lintang yang merupakan garis semu di bumi terkait dengan posisi matahari, sehingga keutamaan posisi geografis menentukan keadaan klimatologis tempat itu. Sedangkan lokasi tapak dari sisi guna lahan adalah posisi relatifnya terhadap bagian-bagian petak lahan yang lain yang memiliki fungsi dan pewadahan kegiatan tertentu. Misalnya posisi seseorang terhadap gedung, posisi terhadap kebun, dll. Oleh karena itu, posisi tapak dari sisi guna lahan menentukan karakter aksesibilitas, keramaian dan kebisingan, dan karakter lain yang terkait dengan aktivitas manusia.

Komponen Dalam Tapak


Komponen-komponen di dalam tapak terdiri dari komponen kebendaan (fisik-tersentuh) dan komponen non kebendaan (tak tersentuh), dengan penjelasan sebagai berikut:
  1. Komponen kebendaan dapat dibedakan menjadi komponen alami seperti tanah, air, cahaya, udara, mineral, binatang dan mikrobia, serta komponen buatan manusia seperti bangunan dan infrastruktur.
  2. Komponen non kebendaan adalah komponen yang berhubungan dengan karakteristik aktivitas manusia dalam menggunakan tempat tersebut. Dalam hal ini komponen non kebendaan dapat disebut dengan komponen budaya, yang meliputi kegiatan manusia dan tata nilai yang dilekatkan pada tempat tersebut, misalnya tata aturan formal dan persepsi orang terhadap suatu komponen yang ada di dalam tapak serta guna lahan.
Komponen tapak bersama-sama dengan posisinya menciptakan karakter yang utuh pada suatu tapak. Sering terjadi salah satu komponen menjadi unsur yang dominan di dalam tapak sehingga membentuk identitas atau karakter utama yang dapat dikenali oleh manusia. Berdasar aspek lokasi dan atau komponen di dalamnya, tapak dapat diberi atribut yang menggambarkan karakter utamanya dengan contoh sebagai berikut:
  1. tapak di pedesaan, pantai, tengah kota, hutan.
  2. tapak datar, berkontur bergelombang, landai, terjal, berbukit
  3. tapak daerah kering, basah (rawa,riparian)
  4. tapak berpohon rapat, padang rumput, savana
  5. tapak daerah kapur, pasir, tanah liat
  6. tapak belum terbangun, terbangun sebagian, tapak pada area bersejarah, tapak pada area konservasi, tapak pada area permukiman dan sebagainya
Antar komponen terdapat hubungan dalam lingkup sistem ekologi (ekosistem). Ekosistem adalah jaringan dari komponen-komponen dan proses (aliran materi, energi dan informasi) yang terjadi pada lingkungan. Suatu tapak dapat dianggap sebagai satu unit ekosistem tersendiri, atau hanya sebagai subsistem dari ekosistem yang lebih luas. Tapak dapat dianggap unit ekosistem jika keberadaaannya telah dapat memfasilitasi siklus energi yang menjaga keseimbangan. Kondisi ini ditentukan oleh ragam komponen yang ada dan keterkaitan antar mereka. Keseimbangan ekosistem dicapai akibat adanya keseimbangan aliran energi, materi dan informasi yang dihasilkan oleh tatanan struktural (structural order) dan tatanan lokasional (locational order), yaitu komposisi dan posisi komponen-komponen biotik dan abiotik. Tatanan struktural lingkungan dianggap sempurna apabila komponen lingkungan yang berperan sebagai produsen (pengolah sinar matahari menjadi energi/materi yang lain), konsumen, dan pengurai serta komponen lain yang menjadi bahan, media atau prasyarat terjadinya proses pengolahan energi tersebut telah dipenuhi. Tatanan lokasional adalah posisi dari berbagai komponen tersebut yang mengkondisikan terjadinya proses-proses tersebut. Tatanan struktural dan lokasional dari ekosistem terefleksikan secara fisik sebagai lansekap.

Hubungan Tapak dan Lansekap Ekologi


Lansekap ekologi adalah ilmu yang dapat menjadi jembatan untuk memahami tapak dalam konteks sistem lingkungan dengan bahasa spasial. Lansekap tidak hanya ditangkap sebagai suatu objek visual saja (sebagaimana lansekap dalam pengertian scenery), tetapi lansekap adalah suatu tatanan benda di atas permukaan bumi yang merupakan komponen sekaligus hasil dari berbagai proses alam-lingkungan. Beberapa pengertian lansekap sebagai sistem adalah :
  • Karakter fisik lahan (media) yang tercipta oleh berbagai proses baik yang dipengaruhi oleh agen maupun kekuatan alam. Dalam hal ini yang disebut agen adalah elemen ekosistem seperti air, udara, binatang maupun manusia, sedangkan yang disebut kekuatan alam adalah proses-proses yang diakibatkan oleh iklim seperti pelapukan, oleh gravitasi seperti sedimentasi, atau peristiwa seperti gempa.
  • Kompleksitas dari suatu hubungan sistematis yang menentukan karakter bagian bumi yang dapat ditangkap oleh indera serta secara menerus terbentuk dan terpelihara oleh aksi-aksi mutual dari kekuatan benda mati (abiotik) dan benda hidup (biotik).
  • Penggabungan karakter dan perpaduan peran dari proses budaya dan proses alam yang tertangkap oleh indera manusia dalam bentuk tata/organisasi spasial.
Sekian, semoga bacaan ini bermanfaat dan ditunggu komentarnya :) 

0 Response to "Pengantar Perencanaan Tapak Kota dan Wilayah"

Post a Comment

Berikan komentar disini...