Pembangunan Ekonomi Melalui Desa Wisata

Pembangunan ekonomi desa wisata


Pariwisata merupakan salah satu jenis industri padat karya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi karena dapat menyediakan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup dan menstimulasi sektor-sektor produksi lainnya sehingga berdampak pada pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi itu sendiri merupakan proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu wilayah. Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth) dimana pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi. Dari sudut ekonomi, sedikitnya terdapat delapan keuntungan pengembangan pariwisata pariwisata yaitu peningkatan kesempatan usaha, kesempatan kerja, peningkatan penerimaan pajak, penerimaan pendapatan, percepatan pemerataan pendapatan, peningkatan nilai tambah produk kebudayaan, memperluas pasar produk, meningkatkan dampak multiplier effect dalam perekonomian akibat pengeluaran wisatawan, investor maupun perdagangan keluar negeri (Yoeti, 2008).

Salah satu pembangunan ekonomi dalam bidang pariwisata adalah melalui pengembangan desa wisata. Pengembangan desa wisata tersebut adalah pengembangan perekonomian masyarakat yang diangkat melalui kegiatan pariwisata, dimana pariwisata dikembangkan berdasarkan unsur-unsur kegiatan yang telah ada serta ciri khas budaya setempat sehingga sumber daya lokal memiliki kemampuan dan daya saing dalam dunia pariwisata. Selain itu pengembangan desa wisata merupakan salah satu bentuk usaha pelestarian wisata budaya yang bertujuan menarik wisatawan untuk berkunjung di desa wisata tersebut.

Pembangunan desa wisata mempunyai manfaat yang sangat luas baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, lingkungan dan lain-lain. Secara ekonomi, pembangunan desa wisata mampu meningkatkan perekonomian nasional, regional, dan masyarakat lokal, di bidang sosial mampu membuka lapangan kerja dan lapangan berusaha bagi masyarakat di desa. Selain itu di bidang pendidikan, keberadaan desa wisata mampu memperluas wawasan dan cara berfikir orang-orang desa, mendidik cara hidup bersih dan sehat serta meningkatkan ilmu dan teknologi bidang kepariwisataan. Dalam kehidupan sosial budaya, pembangunan desa wisata dapat menggali dan mengembangkan kesenian serta kebudayaan asli daerah yang hampir punah untuk dilestarikan kembali. Pembangunan desa wisata juga merupakan bentuk kesadaran industri yang berorientasi lingkungan karena dianggap mampu menggugah kesadaran masyarakat akan arti pentingnya memelihara dan melestarikan lingkungan bagi kehidupan manusia kini dan di masa datang.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk pembangunan desa wisata adalah sebagai berikut:

A. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)
Pelaksanaan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) bisa dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, seminar, diskusi, dan lain sebagainya khususnya di bidang-bidang kepariwisataan. Pendidikan diperlukan sebagai modal tenaga-tenaga yang akan dipekerjakan dalam kegiatan manajerial, sedangkan pelatihan perlu tugas menerima dan melayani wisatawan dan tenaga kerja produksi

B. Kemitraan
Pola kemitraan atau kerjasama dapat saling menguntungkan antara pihak pengelola desa wisata dengan para pengusaha pariwisata di kota atau pihak pembina desa wisata dalam hal ini pihak dinas pariwisata daerah. Bidang-bidang usaha yang bisa dikerjasamakan, antara lain seperti: bidang akomodasi, perjalanan, promosi, pelatihan, dan lain-lain.

C. Promosi
Desa wisata harus sering dipromosikan melalui berbagai media, oleh karena itu desa atau kabupaten harus sering mengundang wartawan dari media cetak maupun elektronik untuk kegiatan promosi tersebut.

D. Festival / Pertandingan
Kegiatan yang bisa menarik wisatawan atau penduduk desa lain untuk mengunjungi desa wisata tersebut, misalnya mengadakan festival kesenian, pertandingan olah raga, dan lain sebagainya dapat dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

E. Membina Organisasi Warga
Masyarakat dapat diorganisir dan dibina untuk memajukan desa wisata mereka. Hal itu dapat dilakukan dengan mengembangkan organisasi kemasyarakatan. Fenomena kemasyarakat semacam ini perlu didorong dan dikembangkan untuk memajukan desa wisata.

f. Perbaikan infrastruktur pariwisata
Untuk memperkaya Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) di suatu desa wisata, dapat dibangun berbagai infrastruktur sebagai antara lain pembangunan homestay agar memenuhi persyaratan akomodasi wisatawan, atau membangun guest house berupa, bamboo house, traditional house, log house, dan lain sebagainya, pembangunan jalan, sumber energi, sarana olahraga, sarana pendidikan, gedung pertunjukan, tempat pembuangan limbah dan sampah, sarana komunikasi, terminal dan lain-lain.

0 Response to "Pembangunan Ekonomi Melalui Desa Wisata"

Post a Comment

Berikan komentar disini...