Metode Analisis Fisik Kawasan Perencanaan (Analisis Kesesuaian Lahan dan Analisis Daya Tampung Wilayah)

Metode analisis fisik kawasan yang akan dibahas kali ini adalah metode analisis kesesuaian lahan dan analisis daya tampung wilayah. Kedua metode ini populer digunakan oleh perencana kota dan wilayah sebagai alat menghasilkan output rekomendasi bagi rencana yang akan diterapkan oleh pemegang kekuasaan.

1. Analisis Kesesuaian Lahan


Ruang mempunyai tiga jenis penggunaan ruang yang mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing agar tercipta kehidupan yang dinamis antara manusia dan alam. Jenis-jenis pola ruang tersebut adalah kawasan lindung, kawasan penyangga, dan kawasan budidaya. Untuk menentukan fungsi suatu kawasan dibutuhkan data fisik suatu wilayah yaitu kelerengan, jenis tanah, dan intensitas hujan. Ketiga indikator ini mempunya bobot skor masing berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 837/KPTS/UM/11.1980. Adapun klasifikasi indikator sebagai berikut :


Kriteria penilaian kesesuaian lahan


Skoring fisik wilayah ditentukkan oleh total nilai dari ketiga parameter tersebut setelah masing-masing kelas parameter dikalikan dengan bobot 20 untuk lereng, 15 untuk jenis tanah dan 10 untuk intensitas hujan. Total nilai ketiga parameter tersebut digunakan untuk menentukan fungsi dari masing-masing kawasan sebagai berikut :


Penetapan fungsi kawasan


A. Kesesuaian Lahan Pertanian
Kesesuaian lahan pertanian dipengaruhi oleh beberapa parameter yang telah menjadi standar yaitu temperatur, ketersediaan air, media perakaran, terrain, dan tingkat bahaya erosi. Parameter karakteristik yang digunakan adalah karakter lahan untuk tanaman pangan lahan basah, karakter lahan untuk tanaman pangan lahan kering, dan untuk karakter tanaman tahunan. Kesesuaian lahan pertanian ini bertujuan untuk peningkatan hasil pertanian suatu daerah dan untuk mencegah terjadinya bencana alam yang terjadi akibat salah dalam penggunaan lahan untuk pertanian. Kriteria ke-3 tipe di atas akan digunakan kriteria PPT 1983 pada tingkat order, yaitu:

  • Order S
Sesuai (Suitable) yaitu kondisi lahan yang dapat digunakan secara terus menerus untuk suatu penggunaan lahan tertentu, tanpa atau sedikit resiko terhadap rusaknya sumberdaya lahan.

  • Order N
Tidak sesuai (Not suitable), yaitu lahan yang mempunyai pembatas sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan penggunaannya secara berkelanjutan.


B. Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman

Untuk mengukur kesesuaian lahan permukiam menggunakan parameter yang dikeluarkan USDA (United States Department of Agriculture). Parameter sifat lahan permukiman yang dikeluarkan USDA dipengaruhi oleh drainase, air tanah, banjir kelerengan, serta jenis batuan yang terdapat dalam wilayah tersebut. Kesesuaian lahan permukiman ini erat kaitannya daya tampung suatu wilayah. Berikut ini ada parameter kesesuaian lahan permukiman :


kesesuaian lahan untuk pemukiman

2. Analisis Daya Tampung Wilayah


Selain menggunakan metode analisis kesesuaian lahan, ada metode lain yang dapat melengkapi metode diatas, yaitu analisis daya tampung wilayah. Metode ini diperlukan sebagai bentuk responsif terhadap dinamika pertumbuhan penduduk yang saat ini tidak terhindarkan.

Konsekuensi pertumbuhan dan perkembangan penduduk yang menempati lahan, menyebabkan kepadatan hunian menjadi bertambah. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kemampuan lahan, yaitu berupa daya tampung lingkungan. Yang dimaksud dengan daya tampung lingkungan disini adalah kemampuan wilayah secara administrasi dalam menampung jumlah penduduk sebagai pengguna lahan.

Daya tampung dan daya dukung lingkungan dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang dikutip dari Bappeda adalah sebagai berikut :

Rumus daya tampung lingkungan



Keterangan :
Lw = Luas wilayah ( hektar )

P+H = Proporsi penduduk studi dengan jumlah penduduk keseluruhan

Dt = Daya tampung ( jiwa )

0,01 = Kebutuhan lahan non pertanian ( hektar / jiwa)

0,03 = Kebutuhan lahan pertanian ( hektar / jiwa )

0 Response to "Metode Analisis Fisik Kawasan Perencanaan (Analisis Kesesuaian Lahan dan Analisis Daya Tampung Wilayah)"

Post a Comment

Berikan komentar disini...