Masa Depan Jakarta : Apakah Akan Jadi Kota yang Ditinggalkan / Necropolis City?

Jakarta, Ibukota Indonesia. Sebuah kota yang tidak begitu luas, tapi dihuni oleh jutaan jiwa manusia yang berasal dari segala penjuru Indonesia. Hampir semua warga Indonesia tertarik dan berbondong-bondong ke Jakarta. Ya, memang Jakarta tidak akan habis daya tariknya. Segala macam fasilitas pemenuhan kebutuhan ada di Jakarta. Pembangunan #infrastruktur Jakarta seakan tidak pernah berhenti dan akan terus membuat wajah Jakarta semakin “elit”. Infrastruktur Jakarta memang paling lengkap dan baik dibanding kota-kota besar lainnya di Indonesia, mulai dari infrastruktur permukiman, infrastruktur kesehatan dan pendidikan hingga infrastruktur transportasi. Pemerintah Kota Jakarta selalu berusaha membenahi Kotanya agar mampu memenuhi kebutuhan warga Kota Jakarta untuk hidup lebih layak.


Seperti diketahui, Jakarta termasuk salah satu Kota Metropolis di dunia dan jumlah penduduknya semakin bertambah tiap tahunnya. Pertumbuhan jumlah penduduk di Jakarta yang sangat pesat beberapa tahun terakhir dianggap belum waktunya. Tidak salah memang anggapan itu, karena saat ini saja Jakarta masih berkutat dengan permasalahan perkotaan yang semakin rumit, mulai dari banjir, macet, kriminalitas dan daya tampung wilayah yang sudah dirasakan overload. Banyak pihak menganggap “wadah kota” Jakarta itu sendiri tidak cukup mampu untuk menampung segala tekanan kehidupan kota metropolitan. Lalu bagaimana masa depan Kota Jakarta di masa yang akan datang?

Kita tidak bicara masa depan Jakarta dalam jangka pendek 1 atau 2 tahun kedepan. Namun 10 atau 25 tahun ke depan. Seiring dengan prediksi para pakar bahwa Kota Jakarta akan menjadi kota megapolis dan bahkan tyranopolis, apakah Jakarta akan mampu menjadi rumah bagi penduduk sebanyak itu atau malah justru akan ditinggalkan penduduknya karena permasalahan perkotaan yang tidak kunjung terselesaikan?

Dalam ilmu perencanaan wilayah dan kota, sebuah kota yang ditinggalkan disebut necropolis city. Kota yang ditinggalkan tersebut dikarenakan magnet-magnet atau daya tarik wilayah tersebut muncul sebelum wadah kota tersebut memenuhi syarat sehingga kota tersebut menjadi tidak seimbang dan tidak harmonis. 

Penyebab Kota Ditinggalkan


Berikut adalah penyebab kota ditinggalkan oleh penduduknya:
  • Kebijakan Politik/Administrasi Pemerintah

Pemindahan pusat pemerintahan atau penggabungan kota-kota yang ada. Bagaimana dengan Jakarta? Isu pemindahan ibukota Jakarta apakah menjadi tanda-tanda bahwa Jakarta akan menjadi necropolis city? Bagaimana dengan adanya Jabodetabek yang notabene adalah konsep penggabungan kota-kota di sekitar Jakarta?

  • Jaringan Transportasi

Pembangunan jaringan transportasi baru, orang-orang akan meninggalkan jaringan transportasi lama karena lebih efisien dalam waktu dan biaya.

  • Sumber Daya Ekonomi

Habisnya sumber daya alam dapat menyebabkan satu kota ditinggalkan penduduknya. Jakarta memang tidak kaya akan sumberdaya alam, namun bagaimana jika komoditi-komoditi ekonomi di Jakarta semakin mahal dan sulit dijangkau oleh warganya? Bagaimana dengan nilai lahan yang semakin tidak terjangkau untuk dibeli? Apakah warga akan memilih pergi dan menjadi warga kota lain?

  • Faktor Alam

Tsunami, gunung meletus, dll. Ya, Jakarta memang tidak mempunyai gunung berapi dan bukan tipikal daerah yang rawan tsunami karena tidak berdekatan dengan lempeng samudra. Namun bagaimana dengan banjir yang hampir setiap tahun terjadi? Apakah penduduk dan pemerintah setempat mempunyai solusi mengatasi banjir langganan tersebut ditengah pembangunan-pembangunan yang begitu pesatnya?

necropolis city
Necropolis City di Cina


Sebagai contoh, saya akan uraikan kota-kota yang ditinggalkan oleh warganya di beberapa negara lain.

  • Kowloon Walled City

Kota ini terletak di dekat Hong Kong. Dahulu dikuasai Jepang, namun setelah Perang Dunia ditinggali oleh para squatters dan menjadi tempat segala sesuatu yang ilegal. Kota ini menjadi Lawless City atau kota yang tidak mempunyai pemerintah yang mau bertanggung jawab terhadapnya. Dalam perkembangannya, populasi di kota tersebut meningkat dan pembangunan tidak terkontrol seperti gedung yang dibangun sangat tinggi sehingga sinar matahari tidak sampai ke bawah. Pada akhirnya di tahun 1993, kota ini dihancurkan dan dibangun menjadi taman.


  • Kadykchan City

Kota ini merupakan salah satu kota kecil yang ditinggal ketika Uni Soviet runtuh. Penduduk kemudian dipaksa pindah ke kota lain karena tidak ada air bersih, sekolah, dan kesehatan dengan kompensasi penyediaan perumahan di kota baru.

  • Pripyat

Kota Pripyat dibangun sebagai tempat tinggal para pekerja di Chernobyl Power Station dan keluarganya. Hingga akhirnya ada bencana nuklir dan kota tersebut ditinggalkan oleh 49.000 penduduknya dalam waktu 36 jam kemudian. Hingga saat ini kota ini tidak dapat ditinggali karena radiasi nuklir.

Bagaimana di Indonesia? Apakah sudah ada kota yang ditinggalkan oleh penduduknya? Ada, yaitu Kota Sawahlunto di Sumatra Barat. Kota Sawahlunto merupakan kota tambang sejak tahun 1888 dengan aktifitas ekonomi utama hanya pertambangan batu bara. Di tahun 2000 – 2002, kota ini ditinggalkan penduduknya karena sektor kegiatan lainnya stagnan dan tidak mampu menyerap tenaga kerja.

Lalu bagaimana dengan Jakarta? Apakah akan menjadi salah satu necropolis city di dunia? Berikan komentar anda pada kolom komentar dibawah :)

0 Response to "Masa Depan Jakarta : Apakah Akan Jadi Kota yang Ditinggalkan / Necropolis City?"

Post a Comment

Berikan komentar disini...