Konsep Perencanaan Karsten

Berikut ini adalah konsep perencanaan Karsten yang di aplikasikan di Indonesia :

A. Perencanaan Public Housing atau Volkshuisvesting


Dalam merencanakan perumahan, konsep ini sangat dipengaruhi oleh pembentukan landsekap colonial. Dalam konsepnya, pengembangan perumahan diarahkan untuk memecahkan “masalah-masalah” kolonial (seperti dominasi rumah tinggal bagi warga Eropa, kepemilikan lahan, dll), perbaikan budaya, dan kesehatan.

Contohnya pada tahun 1971, Karsten merencanakan Candi Baru, sebagai perluasan dari rencana Semarang yang ada dengan mengakomodasi seluruh kelompok etnis menurut kebiasaan masing-masing. Di Yogyakarta dan Solo, Karsten merencanakan bangunan pasar untuk mengorganisasikan pedagang-pedagang kecil. Karsten juga menghasilkan rencana induk untuk kota-kota di pinggiran Batavia, termasuk pula di pusat kotanya.

Karsten berpendapat bahwa perencanaan kota merupakan aktivitas yang saling terkait (sosial, teknologi, ekonomi, dll.) yang harus dipertimbangkan bagi terciptanya keselasaran lingkungan perkotaan. Pendekatan metodologis yang digunakan adalah untuk menciptakan rencana kota organis dengan dimensi sosial yang dapat diterima.

Untuk merekonsiliasi pertentangan yang terjadi karena tatanan perbedaan etnis (pada masa itu antara Jawa dan Eropa, begitu juga Cina sebagaimana halnya masyarakat Jawa tradisional dan masyarakat Jawa perkotaan) yang memiliki perbedaan kelas sosial dan ekonomi, solusi yang ditawarkan oleh Karsten merupakan kombinasi dari berbagai pengendalian – pemahaman terhadap sejumlah perbedaan bentuk - di dalam keseluruhan rencana.

Karsten juga menemukan cara untuk mengatasi perbedaan ini melalui pemisahan ras menurut zona atau distrik maupun kelas atau tipe bangunan. Hal inilah yang kemudian membangun prinsip ilmiah dari perencanaan kota.

Perencana kota dapat memahami perbedaan kelompok sosial dan nilai yang dianut masing-masing, sembari mencoba untuk lebih fleksibel terhadap perubahan gradual. Disini Karsten memperkenalkan, apa yang disebut oleh Cote (2004), sebagai cultural pedagogy – melalui konsep ini, arsitektur berkontribusi terhadap emansipasi budaya dalam memodernkan lingkungan kota kolonial.

Dalam pandangan Karsten, sebuah bentuk kota yang baik merupakan kombinasi makna sosial dan spiritual secara umum, yang dalam konteks rumah, seharusnya mengekspresikan perasaan sosial dan individu yang bernilai bagi penghuninya.

Di era sekarang, perkembangan dari konsep ini menghasilkan pengelompokan perumahan berdasarkan kelas – kelas ekonomi melalui pembedaan zona atau distrik dan tipe bangunan.

B. Konsep Tropische Staad


Konsep merupakan turunan dari konsep garden city. Perbedaan konsep tropische staad dengan konsep garden city adalah bahwa tropische staad hanya digunakan untuk menata pemukiman penduduk, sehingga hanya dibagi menjadi zona permukiman dan zona perkantoran pemerintah. Zona perdagangan dan perindustrian tidak disediakan. Sedangkan dalam konsep garden city, suatu kota harus menjadi kota mandiri dengan cara penduduknya bekerja di kota tersebut. Pembuatan kota mandiri tersebut mengharuskan disediakannya kawasan perdagangan dan kawasan industri.


Konsep Perencanaan Karsten

Contoh penerapan konsep tropische staad pada permukiman Candi Baru Semarang, terlihat pada peletakan rumah, taman umum, dan ruang terbuka yang mengikuti topografi, kemiringan lahan, dan belokan-belokan. Pembagian tanah dan arah jalan hanya terdiri atas dua ketegori, yaitu jalan utama dan jalan sekunder dengan mengikuti keadaan tanah. Dengan keadaan lahan yang berkontur sehingga masyarakat dapat menikmati pemandangan indah ke laut yang berada di sebelah utara Kota Semarang dari rumah-rumah tinggal serta taman-taman umum.

Selain itu, Karsten juga membagi pemukiman Candi Baru berdasarkan kemampuan ekonomi penduduknya. Zona pertama adalah kampung-kampung yang ada di lereng-lereng bukit diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi lemah dan zona yang kedua adalah perumahan elit bagi masyarakat ekonomi atas dengan melengkapi fasilitas umum didalamnya.

0 Response to "Konsep Perencanaan Karsten"

Post a Comment

Berikan komentar disini...