Konsep Pengembangan Desa Wisata Batik Kemplong Pekalongan

Desa Wisata Batik Kemplong

Konsep Desa Wisata Batik lahir oleh pemikiran pelaku bisnis perbatikan di desa Kemplong dan di motori oleh Institusi Trading House. Konsep Desa Kemplong sebagai Desa Wisata Batik adalah sekaligus sebagai salah satu obyek wisata. Hal ini dilatarbelakangi oleh para pengusaha batik besar setiap harinya didatangi tamu dari luar kota bahkan luar pulau atau luar negeri dan tidak sedikit pula perusahaan tersebut di jadikan sebagai salah satu tempat untuk tujuan penelitian / studi banding dari daerah lain. Sedangkan dalam kompetisi pasar, pemasaran produk batik sangat dinamis. Banyak strategi telah dikembangkan misalnya pasar grosir, sentra – sentra produk batik dan alternatif pemasaran konvensional namun belum mampu berdampak positif secara berkelanjutan.

Adapun maksud rencana pembangunan ’Desa Wisata Batik’ ini adalah sebagai terobosan dan alternatif terbukanya akses pasar melalui promosi keberadaan ’Desa Wisata Batik’. Sedangkan tujuan pembangunan Desa Wisata batik adalah:
  1. Memperkenalkan kepada khalayak luas baik dari masyarakat domestik maupun manca negara tentang adanya produk dan keterkaitan dengan industri kerajinan batik di Pekalongan.
  2. Membuka peluang usaha dan investasi bagi warga masyarakat Kemplong dan sekitarnya sehingga dapat menyerap dan memperluas lapangan pekerjaan serta mengurangi pengangguran.
  3. Meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada gilirannya juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah.
  4. Sebagai tujuan wisata belanja batik tulis maupun cap; studi banding dan wahana penelitian serta riset proses pembatikan bagi Akademisi maupun pemerhati Museum Batik Nasional yang berada di Kota Pekalongan.
  5. Melestarikan dan mengembangkan karya seni daerah khususnya kerajinan tangan batik tulis baik yang antik maupun yang modern, sebagai aset dan warisan tradisional masyarakat Pekalongan.
Dari hasil kajian teknis komprehensif dan berdasarkan usulan paguyuban masyarakat pecinta batik yang dimotori oleh pengusaha batik dari desa Kemplong, program pembangunan Desa Wisata Batik Kemplong ada beberapa kegiatan yaitu:
  1. Pembangunan Gapuro Desa Wisata Batik.
  2. Perbaikan jalan dan normalisasi saluran dari pintu masuk memutar sampai Kepatihan.
  3. Pembangunan infrastruktur lain seperti IPAL, tempat parkir, dan toilet umum.
  4. Pemasangan Billboard tiap 200 meter dipasang dari arah barat (pintu masuk rembun) pada sisi utara jalan raya sebelum masuk ke lokasi Desa Wisata Batik dan pada sisi selatan jalan raya dari arah timur (pintu masuk Tirto).
Keberadaan Desa Wisata Batik Kemplong dikelola secara legal berbadan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau Institusi Privat baik secara berbadan hukum maupun non formal seperti Paguyuban seperti model manajemen pengelolaan kios-kios batik pada destinasi wisata lainnya. Dengan pengelolaan yang legal maka Desa Wisata Batik secara manajerial dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya, karena dalam kompleks ’Desa Wisata Batik” akan mengelola pusat informasi desa wisata batik, showroom, ruang pertemuan, perparkiran dan lainnya yang terkait secara langsung dengan kegiatan manajemen Desa Wisata Batik. 

Desain manajerial Desa Wisata Batik Kemplong yang dilaksanakan meliputi:
  1. Pengesahan status, artinya perlu penyusunan kebijakan sebagai dasar hukum dalam pembangunan Desa Wisata Batik yaitu dengan Keputusan Bupati Pekalongan tentang Penunjukan Desa Kemplong sebagai lokasi Desa Wisata Batik.
  2. Organisasi pengelola, dimana dalam membangun sebuah wilayah baru perlu dibentuk suatu organisasi atau event organizer yang dapat mengelola dengan baik, dipimpin oleh seorang Manager Desa Wisata Batik. Organisasi ini memiliki sistem / management untuk pengembangan sebuah desa wisata batik yang terstruktur dengan jelas, terencana serta terkendali. Organisasi ini bisa berupa sebuah koperasi atau lembaga lain yang berbadan hukum, karena jika organisasi tersebut tidak berbadan hukum sulit untuk melakukan kerjasama atau bermitra dengan lembaga lain, misalnya dengan perbankan atau kemitraan dengan pemerintah. Struktur organisasi yang dibentuk pun disesuaikan dengan kondisi yang dibutuhkan dari sebuah desa wisata batik.
  3. Dalam hal ketersediaan sumber daya manusia (SDM) selaku pengelola manajemen desa wisata batik, tentunya sudah tidak diragukan lagi karena selain kemampuan para pengusaha batik di Desa Kemplong yang sudah teruji, keberadaan Institusi Trading House juga beranggotakan para pemuda-pemuda asli Pekalongan yang memiliki penguasaan manajerial bisnis dan penguasaan teknis perbatikan. Bahkan konsep Desa Wisata Batik ini diusung dan disokong oleh pengusaha-pengusaha muda (tokoh-tokoh muda) perbatikan
Demikian konsep pengembangan Desa Wisata Batik Kemplong Pekalongan. Terlihat sangat sederhana, namun konsep ini cukup berhasil mengembangkan pemasaran batik-batik dari pengusaha batik di Desa Kemplong.

0 Response to "Konsep Pengembangan Desa Wisata Batik Kemplong Pekalongan"

Post a Comment

Berikan komentar disini...