Infrastruktur Pengelolaan Sampah Jakarta vs Bekasi

Sudah baca berita mengenai Gubernur DKI Jakarta yang berseteru dengan DPRD Bekasi akibat persoalan infrastruktur pengelolaan sampah Bantargebang? Ironis memang, saat seharusnya pemimpin daerah saling bersinergi dalam tatanan sistem perkotaan Jabodetabek yang mana hubungan antara kedua kota tersebut saling berkomplementer. Sebenarnya kenapa sih masalah sampah saja sampai membuat sekelas Gubernur DKI Jakarta bawa-bawa nama tentara republik Indonesia berikut ini: Kita kan tinggal bareng nih, ya kan? Kalau kamu mau main sok-sokan gitu, kamu tutup saja (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang). Supaya seluruh Jakarta penuh sampah dan ini jadi bencana nasional, Gue kirim tentara nganter sampah ke tempat lu di Bekasi," kata Pak Ahok di Balai Kota, Kamis (22/10/2015).


Bahkan Pak Gubernur menambahkan: “Lu kasih tahu anggota DPRD yang sombong di Bekasi, kasih tahu dia, suruh dia tutup (TPST Bantargebang). Aku mau tahu Jakarta jadi apa? Dan orang Bekasi enggak boleh kerja di Jakarta, kekanak-kanakan banget gitu lho. Sombong banget baru jadi anggota DPRD," kata Pak Ahok.


infrastruktur pengelolaan sampah


Dari ucapan Pak Ahok tersebut jelas sekali bahwa Jakarta dan Bekasi mempunyai hubungan kemitraan yang sangat erat dan sudah harusnya saling mendukung untuk menciptakan perkotaan yang harmonis. Namun hanya karena sampah, hubungan kedua kota memanas. Lalu sebenarnya seberapa penting dan krusial kah masalah sampah yang ada di kota-kota besar kita seperti Jakarta dan Bekasi tersebut?

Permasalahan sampah muncul akibat tingginya populasi manusia di suatu daerah dan tidak diimbangi dengan infrastruktur pengelolaan sampah atau limbah padat tersebut. Akibatnya jika tidak ditangani, sampah akan mengakibatkan pencemaran lingkungan dan imbasnya akan berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan serta bencana lain seperti banjir. Berikut adalah permasalahan pokok dalam pengelolaan sampah di Indonesia:
  1. Aspek Kelembagaan yaitu bentuk kelembagaan yang tidak sesuai dengan besarnya kewenangan yang harus dikerjakan, sumber daya manusia sebagai salah satu unsur pengelola kurang memadai dari jumlah maupun kualifikasinya.
  2. Aspek Teknis Operasional yaitu keterbatasan sarana dan prasarana pengumpulan (container), pengangkutan (arm roll truck), pengolahan di tempat pembuangan akhir (buldozer, track dozer) serta terbatasnya lahan untuk tempat pembuangan akhir serta penanganan akhir.
  3. Aspek Pembiayaan yaitu tidak seimbangnya besarnya biaya operasional dan pemeliharaan (OP) dengan besarnya penerimaan retribusi sebagai konsekuensi logis pelayanan akibat mekanisme penarikan retribusi yang kurang memadai.
  4. Aspek Pengaturan yaitu tidak dimilikinya kebijakan pengaturan pengelolaan didaerah yang mampu memberikan motivasi kesadaran peran serta masyarakat untuk ikut secara utuh dalam pengelolaan baik menyangkut pembiayaan dan teknis operasional.
  5. Aspek Peran Serta Masyarakat yaitu kesadaran masyarakat untuk ikut serta secara utuh dalam pengelolaan kurang memadai disisi lain sampah adalah akibat kegiatan dari masyarakat itu sendiri.

Lalu bagaimana ya caranya agar sampah itu tidak menjadi masalah di kota? Ya, salah satu usaha yang harus dilakukan adalah dengan perencanaan infrastruktur sampah. Mengingat sampah merupakan hasil dari kegiatan manusia itu sendiri dan tidak dapat dihindari keberadaannya. Hanya saja kita perlu mengatur agar sampah tidak menumpuk atau terbengkalai yang pada akhirnya menyebabkan bencana atau masalah sosial di masyarakat. Lalu bagaimana dengan Jakarta? Apakah harus membangun infrastruktur sendiri di dalam kota khusus untuk pengelolaan sampah. Sepertinya hampir tidak mungkin, mengingat ruang Kota Jakarta yang semakin sempit dan terbatas. Ekspansi pengelolaan sampah bersama dengan Bekasi dirasakan merupakan alternatif yang paling memungkinkan. Hanya saja perlu perbaikan di dalam sistemnya agar tidak menimbulkan gesekan antara kedua kota tersebut.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana merencanakan sistem infrastruktur pengelolaan sampah atau limbah padat yang baik, silahkan baca Perencanaan Infrastruktur Pengelolaan Sampah/Limbah Padat.

0 Response to "Infrastruktur Pengelolaan Sampah Jakarta vs Bekasi"

Post a Comment

Berikan komentar disini...