EDGE CITY or EDGELESS CITY : Konsep Perencanaan dan Perkembangannya di Amerika

Edge city merupakan istilah perkotaan di Amerika untuk wilayah konsentrasi bisnis, perbelanjaan, hiburan yang berada diluar daerah perkotaan dan perumahan pinggiran atau masyarakat semi perdesaan. Istilah ini dipopulerkan oleh Joel Garreau. Garreau berpendapat bahwa Edge City telah menjadi bentuk standar pertumbuhan kota di seluruh dunia, yang mewakili bentuk abad ke-20 yaitu polycentric city, tidak seperti abad ke-19 yang merupakan kota pusat atau monocentric city.

bentuk kota
Bentuk Kota Polisentris dan Monosentris

Edge city meliputi pusat kegiatan pinggiran kota , mega center, serta distrik bisnis pinggiran kota, kota kota tepi yang paling berkembang biasanya berada pada atau dekat dengan persimpangan jalan raya yang telah ada atau ingin direncanakan. Secara spasial Edge city terdiri dari perkantoran yang memiliki beberapa gedung pencakar langit, yang dikelilingi dengan parkir dan ruang terbuka dengan jalan yang memiliki grid, serta jaringan jalan yang hirarkis, tetapi Edge city memiliki kepadatan pekerjaan yang sama dengan yang ditemukan dipusat-pusat kota sekunder seperti Newark dan Pasadena.

Sedangkan Edgeless city merupakan suatu pengembangan perkantoran yang luas dengan kepadatan atau kecocokan yang tidak seperti skala Edge city, sebagian besar ruang kantornya ditemukan di luar pusat kota. Ukuranya dua kali lipat dari ukuran Edge city, wilayah utama metropolitan tercipta karena adanya Edgeless city.

Perbedaan antara Edge City dengan Edgeless city iyalah aksesbilitasnya. Kota tepi atau edge city memiliki askesbilitas yang sulit bagi pejalan kakinya sedangkan edgeless city memiliki aksesibilitas yang bersahabat dengan pejalan kaki atau mudah diakses oleh angkutan umum. Namun kurang dalam keunggulan fisiknya, berbeda dengan kota tepi yang menggabungkan pembangunan perkantoran skala besar dengan ritel atau pertokoan besar. Edgeless city merupakan mewakili kota pinggiran dimasa depan, Mereka bermunculan di pinggiran kota metropolitan, sering di persimpangan jalan raya utama, menawarkan warga pinggiran kota tujuan alternatif ke pusat kota tradisional untuk lokasi kantor, belanja, makan kelas atas, hiburan, perawatan medis, dan jasa profesional.

Pinggiran kota sekarang sebagian besar berisi wilayah perkantoran yang berada diatas wilayah metropolitan, menurut sebuah studi baru oleh Lembaga Brookings Center pada Perkotaan dan Kebijakan Metropolitan. Sebelum tahun 1980, kota-kota pusat mendominasi pasar kantor atau pekerjaan, tetapi selama dua dekade terakhir, ruang kantor atau pekerjaan telah menjadi jauh lebih tersebar. Pusat-pusat kota yang lama telah kehilangan sebagian keunggulan di pasar kantor atau pekerjaan utama. Menurut Bruce Katz, Direktur Pusat Kebijakan Perkotaan dan Metropolitan, "Desentralisasi adalah tren yang dominan dalam perekonomian Amerika saat ini. Hal Ini memberikan lebih banyak bukti tentang mengapa manusia semakin terjebak dalam kemacetan, kehilangan ruang terbuka dan menghirup udara tercemar".

Selain melihat tren pinggiran kota dalam ruang kantor atau pekerjaan, kedua konsep perencanaan ini juga membandingkan jumlah ruang pekerjaan di pusat kota, terutama daerah metropolitan dengan jumlah yang ditemukan di "kota-kota edgeless." Sebuah kota edgeless juga didefinisikan sebagai sebuah cluster kantor atau pekerjaan yang sangat tersebar, kurang batas yang jelas, dan mengandung kurang dari 5 juta kaki persegi ruang pekerjaan (dibandingkan ke "kota tepi," yang telah mengakui perbatasan dan mengandung setidaknya 5 juta kaki persegi) . Secara nasional, 38 persen dari ruang kantor atau pekerjaan ditemukan di wilayah pusat kota tradisional, sementara 37 persen ditemukan di lokasi edgeless pada tahun 1999. Berdasarkan persen dari ruang kantor di pusat kota tradisional versus di sebuah kota edgeless, studi di Amerika menyebutkan terdapat tiga belas pasar atas kantor metropolitan adalah sebagai "inti dominasi,"  "seimbang," "tersebar," atau "edgeless." New York dan Chicago dikategorikan kedalam "inti didominasi." Boston, Washington DC, Denver, Los Angeles, dan San Francisco dikategorikan dalam kota "seimbang." Sedangkan yang masuk dalam kategori "Tersebar" adalah Dallas, Houston, Atlanta dan Detroit. Kota-kota "edgeless" adalah Philadelphia dan Miami.

Oleh sebab itu tiga pola khas pengembangan spasial di daerah metropolitan AS ditemukan berdasarkan dispersi pekerjaan umum yang dominan yaitu di Portland dan Philadelphia sedangkan polycentric city berada Los Angeles dan San Francisco. Kota New York dan Boston dengan CBDs besar yang sudah lama berdiri pun kurang rentan terhadap desentralisasi. Edgeless city mewakili "pasca-polisentris" fase dalam desentralisasi menjadi metropolis modern. Namun diharapkan kota kota besar tetap dapat berperan penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi di Amerika pada saat itu.

0 Response to "EDGE CITY or EDGELESS CITY : Konsep Perencanaan dan Perkembangannya di Amerika"

Post a Comment

Berikan komentar disini...