Belajar Konsep GREEN CITY Di Singapura


Dalam mewujudkan permukiman dan perkotaan yang lebih baik, salah satu strateginya adalah dengan mengembangkan Kota Hijau (green city) yang dapat mendorong pembangunan kota secara berkelanjutan (sustainable city). Kota hijau atau “eco-city” dalam konsepnya menggabungkan prinsip pembangunan “hijau” dengan memanfaatkan teknologi informasi (ICT) untuk mengurangi dan menghilangkan dampak-dampak buruk kota terhadap lingkungan. Konsep ini telah diadopsi oleh Singapura dalam penataan kota di negara tersebut. Berbagai strategi diterapkan untuk mendorong terbentuknya kota hijau dimana Urban Redevelopment Authority (URA) memiliki kewenangan dalam penataan ruang. Antara lain pelaksanaan Rencana Tata Ruang Ramah Lingkungan melalui Rencana Induk RTH dengan mengakomodasi proporsi RTH dalam kota secara memadai, mengembangkan infrastruktur perkotaan yang ramah lingkungan yang mencakup penataan kawasan permukiman melalui revitalisasi kawasan kota lama, aplikasi gedung hijau (green building) untuk bangunan gedung, pengelolaan air limbah (green waste), pengelolaan air minum (green water) dan pengendalian pencemaran udara. Selain itu pemerintah juga mendorong terbentuknya Green Community, yaitu pengembangan jaringan kerjasama pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang sehat serta menciptakan Green Transportation dan Green Energy.

Konsep Green City Singapura
Keberhasilan Green City di Singapura didukung oleh kesadaran etika terhadap nilai lingkungan yang didukung oleh transparansi dan akuntabilitas pengelolaan lingkungan yang baik. Masyarakat secara konsisten dan berkomitmen untuk mengalokasikan sumber dayanya secara efisien dan efektif karena kesadaran bahwa sumberdaya tersebut terbatas. Dengan demikian masyarakat merubah perilakunya untuk lebih ramah lingkungan, hemat energi, tidak konsumtif terhadap energi kemudian dilengkapi adanya dukungan pemerintah untuk terwujudnya kota hijau. Masyarakat telah sadar untuk menghindari keserakahan yang bersifat ekonomi (materialisme), sadar bahwa lingkungan perlu untuk kehidupannya dan kehidupan orang lain serta sadar keselarasan terhadap semua kehidupan dan materi yang ada di sekitarnya. Lingkungan hidup bukanlah obyek untuk dieksploitasi secara tidak bertanggung jawab, tetapi harus ada suatu kesadaran bahwa antara manusia dan lingkungan terdapat adanya relasi yang kuat dan saling mengikat. Rusaknya lingkungan hidup akan berakibat pada terganggunya kelangsungan hidup manusia.
Perencanaan dan pengelolaan lingkungan hidup didasarkan pada prinsip pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Pemerintah dan masyarakat berkomitmen untuk mempertimbangkan aspek ekologi, ekonomi dan sosial dalam melaksanakan pembangunan dan dilakukan secara konsisten melalui pendekatan holistik. Dengan demikian, setiap usaha untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan didasari dengan semangat kebersamaan, kemitraan, keberlanjutan dan akuntabilitas pada semua pihak yang terkait dengan pembangunan. Aksi kolaboratif tersebut tentunya tidak hadir secara mekanistik semata, namun proses yang konsisten dan sistematis, mulai dari sosialisasi, mobilisasi, persuasi, hingga implementasi, sehingga gerakan kolektif yang sebenarnya dapat terbangun di Singapura.
Selanjutnya, untuk menjamin keberlanjutan Green City di Singapura, upaya pengendalian kegiatan pembangunan kota dilaksankan oleh pemerintah agar tidak merusak lingkungan melalui mekanisme insentif disinsentif; dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan pelibatan aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat dan adaptif terhadap bencana dan perubahan iklim melalui pembangunan kota yang terintegrasi dan seimbang antara aspek ekonomi dan ekologi.

1 Response to "Belajar Konsep GREEN CITY Di Singapura"

Berikan komentar disini...