Bagaimana Proses Perencanaan Kota dan Wilayah Secara Komprehensif

Diagram Proses Perencanaan
Diagram Proses Perencanaan

Sebelum memahami bagaimana suatu rencana wilayah dan kota dihasilkan (atau yang lebih dikenal dengan sebutan proses perencanaan), perlu dipahami terlebih dahulu apa yang disebut sebagai perencanaan. Perencanaan tidak memiliki definisi mutlak dan pasti untuk menggambarkan makna dari perencanaan tersebut. Seringkali diartikan dalam berbagai versi yang menggunakan sudut pandang dan subjek perencanaan tersebut.

Perencanaan dapat diartikan sebagai aktivitas dasar yang meliputi perilaku manusia pada tingkatan individu dan sosial. Dalam pandangan ini, perencanaan merupakan suatu proses pemikiran dan tindakan manusia berdasarkan pada pemikiran. Pendekatan ini memberikan sifat universal perencanaan sehingga dapat membantu membebaskan kesalahan yang dilakukan perencana tentang pandangan bahwa mereka terlibat dalam beberapa aktivitas esoterik.

Selain itu, perencanaan adalah semua yang menyangkut pembuatan keputusan tentang pengalokasian dan pendistribusian sumber-sumber publik. Definisi ini searah dengan pemberian legitimasi intervensi publik. Pandangan moore yang kedua, perencanaan merupakan sistem tindakan manusia yang rasional. Pandangan yang ketiga, secara umum perencanaan adalah prosedur bagi pengaturan sebelumnya dengan rangkaian tindakan yang disengaja dengan maksud untuk mencapai tujuan. Atau perencanaan merupakan sebuah proses untuk menentukan langkah-langkah masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan. Perencanaan juga merupakan pengontrol tindakan masa depan, bahwa perencanaan dibatasi oleh kapasitas kita untuk mengontrol hasil masa depan dan model perencanaan adalah model penyatuan tindakan dan perencanaan.

Opini mengenai perencanaan disamping definisi yang berorentasi pada proses menyebutkan bahwa perencanaan adalah pemecahan persoalan yang ditujukan pada jenis persoalan khusus/persoalan “sulit” yang tidak memiliki formula definitif, tidak memiliki aturan yang jelas dan tidak dapat dikatakan benar atau salah, baik atau buruk. Selain itu juga mengenai persoalan nilai-nilai, lembaga-lembaga dan aturan serta masalah data.

Jika mempertimbangkan perencanaan sebagai suatu proses yaitu suatu kerangka kerja yang mengklaim sebagai suatu disiplin dan berorientasi pada keputusan sosial dan kebijakan publik, maka perbedaan kegiatan perencanaan dan non-perencanaan dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Perencanaan bukan kegiatan individu yang murni, melainkan dilakukan individu untuk mempengaruhi tindakan kelompok atau organisasi atau pemerintah. 
  2. Perencanaan tidak berorientasi pada masa kini melainkan berorientasi masa depan melalui proyeksi dan prediksi dan pengawasan hasil. 
  3. Perencanaan tidak dapat dibuat rutin. 
  4. Perencanaan bukan merupakan kegiatan trial and error dalam pemecahan masalah melalui strategi. 
  5. Perencanaan bukan kegiatan utopia yang mengkhususkan pada cara pencapaian dalam menuju tujuan di masa depan. 
  6. Perencanaan bukan hanya kegiatan membuat suatu rencana. 
  7. Perencanaan harus berhubungan dengan masyarakat. 


Sehingga dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah aktivitas sosial atau organisasi dalam penyusunan atau pengembangan strategi (rencana) tindakan masa depan yang optimal dan sistematis untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara rasional, terstruktur, efisien dan keberlanjutan.

Kemudian bagaimana proses penyusunan rencana tersebut? Proses perencanaan merupakan model pembuatan keputusan yang berulang yang selanjutnya dapat didorong pada tinjauan terhadap tingkatan sebelumnya (evaluasi) atau pengulangan kembali seluruh proses. Proses disini merupakan pengawasan dan evaluasi terhadap dampak perencanaan atau program yang dapat menimbulkan masalah baru yang menjadi stimulus (feedback) bagi proses perencanaan yang baru sehingga bersifat kontinu.



Komponen utama dalam proses perencanaan secara komprehensif adalah sebagai berikut :

1. Diagnosis masalah (pengumpulan data-identifikasi masalah)

Perencanaan dimulai dengan mengidentifikasi terhadap masalah-masalah yang muncul. Diagnosis permasalahan yang kompleks dapat melalui tahap pengumpulan data masa lalu, analisis dan identifikasi persoalan. Paradigma ideologis perencana dan peranan perencana mempengaruhi bagaiman definisi dari masalah tersebut. Berikut adalah diagram tahapan diagnosis masalah dan kedudukannya dalam perencanaan

2. Artikulasi tujuan (penyusunan tujuan – sasaran)


Perencanaan berorientasi pada pengembangan kondisi masa kini menuju kondisi akhir yang diinginkan dengan pencapaian tujuan tertentu. Tujuan dari perencanaan itu sendiri sangat sulit dterjemahkan dan sering tidak menyatu dengan tujuan operasional. Hal ini mengakibatkan adanya disfungsi yang sering diidentfikasi sebagai pengembangan sarana teknis untuk artikulasi tujuan.

Tujuan yang jelas perlu melaksanakan tahapan berikut ini:

  • Desain
  • Evaluasi alternatif
  • Komunikasi
Ketiga faktor tersebut menentukan apakah perencanaan, kebijakan, atau progam dapat diimplementasikan dengan sukses. Sebaliknya, terdapat banyak situasi dimana tujuan-tujuan harus diartikulasikan melalui interaksi dengan kelompok dan individu yang dipengaruhi atau dengan analisis dokumen yang relevan. Artikulasi tujuan hanya dapat dicapai melalui negoisasi yang insentif dan tawar menawar, dan bahkan konflik.

3. Prediksi dan Proyeksi


Pengembangan solusi alternatif memerlukan proyeksi masa depan untuk memperkirakan/prediksi kondisi, kebutuhan dan hambatan. Keberhasilan prediksi bergantung pada jumlah informasi yang tersedia dan kontinuitas fenomena yang dianalisa.

Metode yang digunakan dalam proyeksi dasarnya adalah pengamatan kuantitatif terhadap kecenderungan masa lalu dan kemudan memperhitungkannya. Metode yang dapat digunakan berupa analisis shift share dan penyesuaian kurva. Sedangkan metode yang didasarkan pada pengamatan kualitatif melibatkan proses historis seperti analisis faktor laten dan teknik konsultasi Delphi.


Dalam perencanaan, prediksi dan proyeksi memiliki dua aspek utama yaitu:

  • Prediksi masa depan untuk memperkirakan permintaan fasilitas dan pelayanan serta menilai kapasitas untuk memenuhi kebutuhan yang diperhitungkan. 
  • Peramalan hasil dan dampak dari alternatif yang dapat dilakukan dengan metode ekstrapolasi dan model interaksi. 


4. “Desain” Alternatif (pengembangan alternatif)


Desain diperlukan untuk abstraksi pemberian bentuk respon terhadap kebutuhan atau permasalahan sebagai sarana memahami ide dan mempersiapkan diskripsi sistem yang diusulkan atau artifak. Abstraksi ini merupakan tahapan proses pembuatan keputusan yang bertujuan melakukan perubahan situasi yang ada kedalam situasi yang diinginkan. Desain alternatif penting dalam perencanaan karena merupakan bagian integral dari pembuatab keputusan. 




5. Uji Perencanaan (seleksi alternatif)


Uji perencanaan dilakukan untuk menganalisi apakah alternatif tersebut dapat diimplementasikan berdasarkan hambatan dan potensi yang telah diperhitungkan. Hambatan tersebut dapat berupa hambatan ekonomi dan fisik, kekuasaan hukum dan politik, serta kepentingan pribadi tertentu. Semua faktor tersebut harus dinilai dalam pengujian alternatif apakah realistis atau tidak.




6. Evaluasi (monitoring-pengendalian)

Evaluasi merupakan tahap memilih pilihan alternatif yang akan diambil melalui estimasi dampak dari alternatif tersebut. Kriteria evaluasi menentukan alternatif yang akan diambil. Kriteria tersebut berupa efisiensi alternatif jika diterapkan. Metode yang dilakukan berupa analisis untung rugi, analisis efektifitas, dan analisis dampak.
Analisis untung dikaitkan antara output dengan nilai uang. Sedangkan analisis efektifitas mengaitkan biaya dalam evaluasi progam alternatif antara output progam dengan output progam yang serupa. Serta analisis dampak menggunakan matrik dan beberapa sistem penilaian untuk mengindikasi nilai relatif, manfaat, atau kerugian dari setiap output dan dampak tertentu dalam konteks evaluasi khusus.
Metode yang mengkombinasikan penilaian dari motede diatas adalah neraca perencanaan. Dimana dalam metode ini mempertimbangkan distribusi dan non moneter. Selain itu terdapat metode matrik tujuan prestasi yang menggambarkan dampak perencanaan terhadap tujuan dan kelompok kepentingan yang berbeda dengan prioritas tujuan yang berbeda pula.
Yang terpenting adalah pendekatan evaluasi tersebut berhubungan dengan tujuan yang inklusif atau tujuan yang sebanding dengan kepentingan klien agar perencanaan dapat diterima.




7. Implementasi


Implementasi merupakan pelaksanaan kebijakan dasar/perencanaan. Tahapan implementasi adalah sebagai berikut:
Dapat disimpulkan mengenai proses perencanaan, bahwa proses perencanaan terdiri dari beberapa komponen yaitu diagnosis masalah, artikulasi tujuan, “desain” alternatif, prediksi dan proyeksi, uji perencanaan, evaluasi dan implementasi tersebut adalah saling berhubungan membentuk suatu siklus yang tidak pernah berhenti. Berikut adalah diagram proses perencanaan komprehensif :


proses perencanaan komprehensif



Seperti pada definisi perencanaan, dimana perencanaan merupakan proses yang kontinu, maka diagram proses perencanaan (mutiple) adalah sebagai berikut :

siklus perencanaan
Siklus Perencanaan

1 Response to "Bagaimana Proses Perencanaan Kota dan Wilayah Secara Komprehensif"

  1. Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:
    selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di agen.selltiket.com

    INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
    No handphone : 085365566333
    PIN : D2E26405

    Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

    ReplyDelete

Berikan komentar disini...