Pertumbuhan Jumlah Penduduk Jawa Tengah Menurut Kelompok Umur Dan Pendidikan Serta Proyeksinya

persentase distribusi penduduk


Jumlah penduduk propinsi Jawa Tengah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Faktor penyebabnya bermacam-macam, seperti kelahiran dan migrasi masuk.

Berikut Analisisnya :


Di negara yang sedang berkembang hubungan antara pertumbuhan penduduk dan pembangunan masih negatif berbeda dengan di negara maju. Dalam upaya menanggulangi kelaparan, kemiskinan dan peningkatan pendidikan, akan sangat diuntungkan jika angka pertumbuhan penduduk dapat diturunkan, karena jika tidak diturunkan, maka kuantitas dan kualitas sumber daya alam akan mengalami penurunan, seiring dengan tingginya angka pertumbuhan penduduk.


Di Jawa Tengah perkembangan jumlah penduduk dan pendidikannya dari tahun 1980 hingga 1990 dapat dianalisis bahwa dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah anak usia dini (10-14) yang bersekolah SD, berbanding lurus dengan jumlah penduduknya yang juga terus meningkat. Tercatat pada tahun 1990, dari jumlah penduduk total 21.870.930, meningkat 9.117.304 orang dari tahun 1980, jumlah penduduk usia 10-14 yang tidak tamat SD turun dari 2.095.542 menjadi 1.241.368. Hal ini diakibatkan ideologi orangtua yang semakin maju untuk menyekolahkan anaknya. Di tahun 2000 terjadi penurunan secara signifikan atas jumlah penduduk yang tidak tamat SD, hal ini disebabkan oleh bayi/anak yang lahir setelah tahun 1990 hampir seluruhnya/mayoritas bersekolah SD. Hal serupa juga terjadi untuk anak-anak yang bersekolah tingkat SMP dan SMA, peningkatan jumlah orang yang mentamatkan jenjang SMP dan SMA juga terus meningkat. Hal ini menunjukkan semakin modern pola pemikiran orangtua untuk menyekolahkan anaknya, selain itu juga didukung oleh banyaknya sarana/gedung-gedung sekolah yang dibangun oleh pemerintah. Untuk tingkat akademi dan universitas, juga terjadi peningkatan jumlah lulusannya, namun angkanya tidak sebesar jumlah anak lulusan SD, SMP, SMA. Kejadian seperti itu kebanyakan dialami oleh wilayah lainnya juga. Banyak anak-anak yang setelah lulus SMA memilih untuk bekerja daripada melanjutkan pendidikannya.


Pada bidang-bidang tertentu di Jawa Tengah pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan kualitas pendidikan memberikan dampak yang positif misalnya di perekonomian dan politis. Berikut adalah analisis dari masing-masing bidang :



  • Segi ekonomi : perekonomian Jawa Tengah semakin maju karena penduduk yang banyak dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian propinsi Jawa Tengah khususnya dalam sumberdaya manusia atau sebagai pekerja. Pola konsumsi penduduk yang semakin banyak juga mengalami peningkatan sehingga memungkinkan terjadi surplus usaha dari tahun ke tahun. Pola pendidikan yang terus maju, juga memberikan sumbangan positif untuk memacu perekonomian, apalagi lulusan universitas cukup besar sehingga memungkinkan kemajuan inovasi untuk industri di Jawa Tengah. Penduduk yang besar dapat menjadi aset pembangunan ekonomi yang berharga apabila disertai kualitas yang tinggi, antara lain dalam hal kesehatan dan pendidikan. Penduduk usia produktif yang memiliki kualitas tinggi akan menjadi angkatan kerja yang produktif sehingga mampu memberikan kontribusi yang bermakna bagi kemajuan perekonomian. 
  • Segi sosial : semakin bertambahnya penduduk Jawa Tengah menjadikan pola interaksi masyarakatnya semakin individualis dan bersifat kekotaan akibat kemajuan teknologi dan perkembangan kota. 
  • Segi politis : tren pertumbuhan penduduk Jawa Tengah yang selalu meningkat dan perkembangan pola pikir yang semakin modern akibat kemajuan pendidikan memungkinkan kemudahan doktrin politis dan kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mendapat respon dari masyarakat. 
  • Segi kesehatan : akibat dari perkembangan pendidikan warga Jawa Tengah, bidang kesehatan juga mengalami kemajuan. Warga lebih aktif untuk menjaga kesehatannya. Namun karena masih ada penduduk miskin di Jawa Tengah, terjadi ketimpangan pelayanan kesehatan antara kaum bawah dan kaum menengah ke atas. 
  • Segi pendidikan : terjadi peningkatan jumlah penduduk yang memperoleh pendidikan. Peningkatan terjadi pada semua jenjang, mulai SD, SMP, SMA dan universitas serta akademi. 
  • Segi teknologi dan budaya : teknologi mengalami perkembangan akibat globalisasi namun berakibat pada kelunturan budaya asli oleh budaya barat.

Tren pertumbuhan penduduk JawaTengah dari tahun 2000-2005 adalah terus mengalami peningkatan namun tidak secara signifikan, karena dipengaruhi oleh ideologi masyarakatnya yang menganggap sedikit anak lebih baik. Selain itu kesehatan masyarakatnya juga mengalami kemajuan akibat perkembangan tingkat pendidikannya sehingga angka kematian dapat ditekan. Selain dipengaruhi kesehatan, pertumbuhan penduduk Jawa Tengah yang tidak terlalu banyak dipengaruhi juga oleh migrasi keluar oleh warganya untuk mencari pendidikan di luar daerah, pekerjaan, dll.

Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan manusia terdidik yang bermutu dan handal sesuai dengan kebutuhan jaman. Penduduk dengan kemampuannya sendiri diharapkan dapat meningkatkan partisipasinya dalam berbagai kegiatan, sehingga di masa mendatang mereka dapat hidup lebih layak karena pendidikan adalah suatu sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Pendidikan merupakan elemen penting pembangunan dan perkembangan sosial-ekonomi masyarakat. Tidak itu saja, pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup individu, masyarakat dan bangsa. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, semakin baik kualitas sumber dayanya.

PROYEKSI

Proyeksi jumlah penduduk untuk tahun 2025 adalah :
Dari dasar SENSUS dan SUPAS tahun 2000 dan 2005, yaitu tahun 2000 jumlah penduduk 31.997.968 dan tahun 2005 adalah 31.223.258

Penduduk tahun 2010 = 32.355.323 (angka sebelum pengaruh asumsi lain).

Setelah dipengaruhi angka kelahiran total, angka kematian bayi, angka harapan hidup, Age Specific Net Migration Rate (ASNMR) menurut umur dan jenis kelamin maka diproyeksikan jumlah penduduk Jawa Tengah pada tahun 2010 adalah sekitar 32.451.200 orang.

Dengan asumsi-asumsi bahwa jumlah penduduk Indonesia akan terus meningkat, maka jumlah penduduk Jawa Tengah juga akan terus meningkat. Namun pertumbuhan rata-rata per tahun akan menunjukkan kecenderungan terus menurun karena faktor ideologi yang menganggap sedikit anak lebih baik, KB yang cukup berhasil sehingga menekan angka kelahiran. Faktor arus migrasi yang mulai menyebar ke pulau-pulau tersebut juga menentukan distribusi penduduk, migrasi keluar akibat dorongan perkembangan kemajuan industri di propinsi lain juga mempengaruhi jumlah penduduk yang menetap di Jawa Tengah.

Akibat penurunan fertilitas, jumlah dan persentase penduduk usia 0-14 tahun relatif akan menurun, sebaliknya persentase penduduk usia 15 tahun ke atas akan meningkat. Perubahan jumlah dan persentase penduduk menurut umur sangat penting bagi perencanaan pembangunan, terutama bidang pendidikan, kesehatan, dan penyediaan lapangan kerja.

REKOMENDASI


Rekomendasi yang mungkin dilakukan adalah :

  • Jumlah penduduk harus diperlambat pertumbuhannya dan lebih diarahkan persebarannya. Jika ini berhasil sumber daya yang ada dapat dikelola dengan lebih baik dan optimal, sehingga upaya-upaya untuk lebih memprioritaskan peningkatan kualitas penduduk.
  • Upaya-upaya memperlambat pertumbuhan penduduk, melalui penetapan kebijakan-kebijakan pembangunan kependudukan dan pelaksanaan program-program pembangunan kependudukan yang menyeluruh dan merata. 
  • Dalam bidang pembangunan perlu dilakukannya pemerataan pembangunan di berbagai wilayah dan di berbagai sektor, ditambah dengan pembangunan di pedesaan untuk mengurangi angka migrasi ke kota. Misalnya pembangunan sekolah, sarana-sarana pelayanan kesehatan masyarakat, sarana transportasi, akses teknologi, dan lapangan pekerjaan di daerah pinggiran kota. 
  • Menggalakkan progam KB di berbagai wilayah. 
  • Untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan yang ada seperti banjir, sampah, dll, perlu adanya kebijkaan-kebijakan pemerintah dalam mengelola dan membangun sistem drainase dan kebersihan yang baik untuk mengurangi resiko bencana yang terjadi 
  • Di bidang kesehatan misalnya, pembangunan sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan, seperti rumahsakit, poliklinik, dan puskesmas yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

0 Response to "Pertumbuhan Jumlah Penduduk Jawa Tengah Menurut Kelompok Umur Dan Pendidikan Serta Proyeksinya"

Post a Comment

Berikan komentar disini...