Pemukiman Padat Sebagai Implikasi Urbanisasi Di Desa Pogung Kabupaten Sleman

Urbanisasi merupakan fenomena global yang memiliki dampak berupa ketimpangan permintaan dan penyediaan pada segala aspek kehidupan perkotaan, terutama penyediaan perumahan dan permukiman. Kemampuan penyediaan perumahan secara formal seperti pemerintahan, pemerintah, swasta, sangat terbatas dan hanya menyentuh golongan menengah ke atas. Sedangkan untuk golongan masyarakat berpendapatan rendah tidak terjamah oleh program pembangunan perumahan, dan dibiarkan mencari jalan keluar sendiri.

Dampaknya adalah tumbuh suburnya permukiman informal di Indonesia yang lazim dinamakan kampung. Ciri-ciri permukiman kampung adalah padat, kumuh, jorok, tidak mengikuti aturan-aturan resmi, dan mayoritas penghuninya miskin.


pemukiman padat kabupaten sleman
Pemukiman Padat di Desa Pogung Kab. Sleman

Desa Pogung yang merupakan daerah yang padat urbanit kaum mahasiswa karena berada di sekitar wilayah Universitas Gadjah Mada tentunya berkembang pesat menjadi daerah kost atau perumahan. Dampaknya di desa Pogung yang merupakan wilayah dari negara berkembang seperti Indonesia, pertumbuhan fisik kota akan besar dan luas, namun dengan tingkat teknologi dan kualitas kehidupan kota yang kurang memadai mengakibatkan munculnya pemukiman miskin dan tidak teratur (squatter), sarana air bersih dan pengangkutan yang tidak baik, belum lagi pemukiman di daerah pinggiran yang muncul sebagai kelompok penduduk miskin yang terdesak dan sulit berkembang dengan kehidupan metropolis.

Pemukiman sering disebut perumahan dan atau sebaliknya. Pemukiman berasal dari kata housing dalam bahasa Inggris yang artinya adalah perumahan dan kata human settlement yang artinya pemukiman. Perumahan memberikan kesan tentang rumah atau kumpulan rumah beserta prasarana dan sarana lingkungannya. Perumahan menitiberatkan pada fisik atau benda mati, yaitu houses dan land settlement. Sedangkan pemukiman memberikan kesan tentang pemukim atau kumpulan pemukim beserta sikap dan perilakunya di dalam lingkungan, sehingga pemukiman menitikberatkan pada sesuatu yang bukan bersifat fisik atau benda mati yaitu manusia (human).

Dengan demikian perumahan dan pemukiman merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan sangat erat hubungannya, pada hakekatnya saling melengkapi. Dimana permukiman adalah susunan dan penyebaran bangunan (termasuk antara lain rumah-rumah, gedung-gedung, kantor, pasar dan sebagainya). Memperhatikan bangunan-bangunan, jalan-jalan dan pekarangan-pekarangan yang menjadi salah satu sumber penghidupan penduduk. Sedangkan permukiman padat adalah kawasan permukiman yang dihuni terlalu banyak penduduk dan terjadi ketidakseimbangan antara lahan dengan bangunan yang ada. Permukiman padat menjadikan kawasan permukiman tersebut cenderung terlihat kurang tertata pola perkembangannya.

Pengertian Urbanisasi

Sebagaimana telah diketahui, secara garis besar istilah urbanisasi memiliki dua pengertian. Pertama, urbanisasi sebagai proses pengembangan suatu daerah. Kedua, urbanisasi berarti perpindahan atau pergeseran penduduk dari desa ke kota (urbanwad migration). Urbanisasi sebagai proses pengkotaan lebih menekankan perhatiannya pada proses perkembangan masyarakatnya, sedangkan urbanisasi dalam arti perpindahan penduduk lebih memperhatikan akibat perkembangan itu.

Adanya perpindahan penduduk menuju ke daerah baru mendorong pembangunan di segala bidang kehidupan di wilayah tersebut, termasuk pembangunan pemukiman. Sebagaimana lazimnya kegiatan membangun berarti juga merubah lingkungan, apalagi dalam skala yang cenderung membengkak, pastilah muncul masalah.

Munculnya permukiman padat pada dasarnya disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor konsentrasi penduduk dan faktor kebutuhan ketersediaan fasilitas social ekonomi. Faktor konsentrasi penduduk adalah kepadatan penduduk dalam satuan Jiwa per Km2 di wilayah/desa tersebut.

Faktor penyebab kedua adalah faktor fasilitas sosial ekonomi yang mendorong perubahan penggunaan lahan pertanahan, antara lain mencakup segi-segi kebutuhan sebagai berikut:
  1. Penambahan lahan untuk permukiman dan perumahan
  2. Perluasan dan penambahan panjang jalan untuk fasilitas sarana transportasi
  3. Fasilitas penunjang kehidupan, yaitu jumlah pertokoan, warung makan, tempat loundry, tempat fotokopi, dan sebagainya
  4. Fasilitas pendidikan, yaitu gedung persekolahan
  5. Fasilitas kesehatan seerti klinik atau tempat-tempat pengobatan
  6. Fasilitas peribadatan seperti masjid, mushola, gereja atau yang sejenis
  7. Fasilitas Kelemabagaan yaitu perkantoran baik swasta maupun negeri
  8. Fasilitas olahraga seperti lapangan futsal, tenis, sepakbola, dll.
  9. Fasilitas hiburan, seperti gedung-gedung pertemuan ataupun perhelatan dan yang sejenis.

Kriteria yang digunakan dalam penilaian derajat kepadatan ini meliputi:
  1. Kesesuaian peruntukan dengan RUTRK / RDTRK
  2. Letak/kedudukan lokasi kawasan padat
  3. Tingkat kepadatan penduduk
  4. Kepadatan rumah/bangunan
  5. Kondisi rumah/bangunanan
  6. Kondisi tata letak rumah/bangunan
  7. Kondisi prasarana dan sarana lingkungan meliputi : Penyediaan air bersih, jamban keluarga/MCK, pengelolaan sampah, saluran air/drainase, jalan setapak, jalan lingkungan, Kerawanan kesehatan ( ISPA, diare, penyakit kulit, usia harapan hidup) dan lingkungan (bencana banjir, kesenjangan sosial) dan Kerawanan sosial (kriminalitas, kesenjangan sosial)
Pesatnya perkembangan kawasan pemukiman padat di Desa Pogung disebabkan oleh tingginya migran yang masuk ke suatu wilayah ini. Faktor yang sangat dominan menyebabkan berkembangnya kawasan padat di Desa Pogung adalah cara para migran untuk mendapatkan tempat tinggal. Rumah yang ditempati merupakan tanah yang di sewa dari pemilik rumah. Seseorang mengontrak sebidang tanah yang relatif luas dengan masa kontrak yang relatif lama. Di lahan tersebut kemudian dibangun bedeng-bedeng dengan luas yang terbatas dari bahan bangunan yang seadanya, atau lahan dikavling dalam ukuran tertentu. Selanjutnya petak-petak bangunan atau petak-petak lahan tersebut disewakan lagi kepada pendatang lain yang membutuhkan tempat tinggal.

Pemilik lahan maupun pengontrak, ketika kemudian menyewakan lahan/kamar di kawasan tersebut tidak menyedia sarana yang memadai. Persoalan air bersih, fasilitas MCK, drainase, sampah dan sebagai menjadi masalah yang sangat serius untuk ditangani di kawasan pemukiman padat. Karena terbatasnya ketersedia sarana tersebut, maka pencemaran terhadap lingkungan (tanah, air dan udara) pun sangat potensial terjadi dan sangat sulit dikendalikan.

Pemukiman adalah sarana penting penyusun kota. Semakin minim dan kurangnya fasilitas infrastruktur penunjang kehidupan di dalamnya maupun kondisi pemukiman sebagai tempat tinggal dan hidup di jelas mempunyai pengaruh yang besar pada fungsi ekologis, dan fungsi tambahan (ekstrinsik) yaitu fungsi arsitektural, sosial, dan fungsi ekonomi. Salah satu contoh hasil dari kurangnya penataan ruang pada wilayah pemukiman adalah pemukiman padat. Ketertarikan akan pembahasan pemukiman padat sebagai implikasi urbanisasi di Desa Pogung Kabupaten Sleman ini bertujuan antara lain :


  • Menunjukkan secara jelas penataan ruang pada wilayah pemukiman padat di Desa Pogung Kabupaten Sleman. 
  • Untuk mengetahui kelayakan pemukiman padat di Desa Pogung Kabupaten Sleman. 
  • Mengetahui permasalahan yang muncul di wilayah pemukiman padat di Desa Pogung Kabupaten Sleman. 
  • Upaya pengoptimalisasi solusi-solusi dari permasalahan di wilayah pemukiman padat di Desa Pogung Kabupaten Sleman

Dari beberapa tujuan tersebut diharapkan fungsi kedepan, keberadaan dan kelayakan pemukiman Yogyakarta lebih memberikan dampak positif juga lebih meminimalkan dampak negatif yang muncul.

Sasaran dari pembahasan ini adalah tata ruang pemukiman padat di Desa Pogung Kabupaten Sleman Yogyakarta. Selain dilihat secara fisik, pemukiman padat juga dilihat dari segi kehidupan masyarakatnya akibat tata ruang pemukiman padat tersebut :
  1. Tata ruang pemukiman di Desa Pogung yang kurang baik ditinjau dari aspek sosio-ekonomi, arsitektur, psikologi dan kesehatan masyarakat
  2. Waktu Penelitian
  3. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2009 sampai dengan bulan Desember 2009.

#Tempat Penelitian Ini

Penelitian ini akan dilaksanakan di rumah pemukiman Desa Pogung Kabupaten Sleman Yogyakarta.



#Pelaksanaan Penelitian

Secara umum pelaksanaan penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Persiapan, dilakukan dengan menyediakan alat penelitian berupa perangkat lunak dan perangkat keras penunjang penelitian serta perijinan untuk perolehan bahan utama dan data pendukung
  2. Pengumpulan Data, dilakukan dengan cara mendatangi kawasan yang terkait untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian
  3. Pengolahan Data, pengolahan data diawali dengan pengolahan data hasil penetian wilayah yang kemudian dilengkapi oleh data dari perangkat lunak untuk memperoleh gambaran umum kawasan secara luas dan lebih spasial
  4. Analisis Hasil Penelitian, dilakukan dengan mengumpulkan hasil penelitian dan dianalisis permasalahan yang ada untuk mendapatkan solusi yang baik guna meminimalkan konversi lahan besar-besaran untuk perumahan serta masalah-masalah permukiman padat.

#Metode Penelitian Yang Digunakan


Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, yaitu:

  1. Studi pustaka mengenai teori dasar tentang pemukiman padat
  2. Observasi lapangan pada lokasi pengamatan yang telah ditentukan
  3. Analisa dari data yang diperoleh di lapangan
  4. Menarik kesimpulan dari analisa untuk dijadikan sebagai guidelines.


Penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsikan atau menguraikan suatu keadaan di dalam komunitas atau masyarakat.

Pada penelitian ini akan dilihat gambaran pemukiman padat Di Desa Pogung Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta Tahun 2009 ditinjau dari aspek sosio-ekonomi, arsitektur, dan kesehatan masyarakat, misalnya dilihat dari sumber air bersih, jamban keluarga, pengelolaan sampah, dan saluran pembuangan air limbah.

Baca Juga : Bagaimana sih Proses Perencanaan Kota itu?

0 Response to "Pemukiman Padat Sebagai Implikasi Urbanisasi Di Desa Pogung Kabupaten Sleman"

Post a Comment

Berikan komentar disini...